Pergi ke Jepang dengan Prabowo, Bahlil Pede Bawa Pulang Proyek Rp 300 Triliun

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Rabu, 01 April 2026
0 dilihat
Pergi ke Jepang dengan Prabowo, Bahlil Pede Bawa Pulang Proyek Rp 300 Triliun
Kabinet Merah Putih Prabowo melakukan pertemuan bersama 13 pimpinan perusahaan besar Jepang, Tokyo. Foto: Instagram@prabowo

" Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang pada akhir Maret 2026 turut diwarnai agenda strategis sektor energi "

TOKYO, TELISIK.ID - Langkah diplomasi energi dibawa ke Jepang, proyek besar dan transisi energi jadi fokus utama pemerintah. Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang pada akhir Maret 2026 turut diwarnai agenda strategis sektor energi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ikut mendampingi dalam lawatan tersebut dengan membawa sejumlah target investasi bernilai besar.

Dalam keterangannya, Bahlil menyebut ada dua agenda utama yang menjadi penugasan langsung dari Presiden. Fokus pertama adalah percepatan realisasi investasi di Lapangan Abadi, Blok Masela, sementara agenda kedua berkaitan dengan dorongan investasi pada sektor transisi energi.

Bahlil mengungkapkan bahwa dirinya telah memfasilitasi pertemuan antara pimpinan Inpex Corporation dengan Presiden Prabowo. Pertemuan tersebut membahas kelanjutan proyek Blok Masela yang telah lama tertunda.

"Presiden mengharapkan agar proyek ini bisa cepat diimplementasikan. Dan tahun ini di 2026, tender EPC-nya (Engineering, Procurement, and Construction) akan kita lakukan dan FID-nya (Final Investment Decision) juga akan selesai, dan kita minta ini harus dipercepat," ungkap Bahlil, sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga: Harga BBM di Semua SPBU Disebut Naik Awal April 2026, Berikut Rinciannya

Nilai investasi proyek tersebut disebut mencapai sekitar US$ 20,9 miliar atau lebih dari Rp 300 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan rencana awal, antara lain karena penambahan fasilitas Carbon Capture and Storage (CCS) serta penyesuaian biaya akibat dinamika geopolitik global.

Pemerintah menaruh perhatian pada proyek ini karena kapasitas produksinya yang besar, yakni mencapai 1.200 MMSCFD. Bahlil menyatakan bahwa keberadaan proyek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca Juga: Kemarau Panjang Indonesia Dimulai April 2026, Berikut Daftar Wilayahnya

"Ini diharapkan kemarin saya minta untuk kalau market belum clear itu dibeli semua oleh Danantara, dalam hal ini supaya kita memperkuat hilirisasi dalam negeri," tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan investasi di sektor energi baru terbarukan. Dalam konteks ini, berbagai sumber energi non-fosil seperti panas bumi, angin, air, dan matahari mulai ditawarkan kepada investor untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional.

"Kita lagi dorong untuk pergunakan seluruh potensi energi lain selain fosil yang kita punya. Kenapa? Karena geopolitik ini kita nggak pernah tahu kapan selesai. Jadi mau geotermal, mau angin, mau air, mau matahari, selama ada teknologi harganya efisien, kita akan dorong," tandas Bahlil. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga