Permudah Petani, Bupati Muna Launching Taksi Alsintan
Sunaryo, telisik indonesia
Sabtu, 04 Juli 2026
0 dilihat
Bupati Muna, Bachrun Labuta melauching taksi Alsintan. Foto: Sunaryo/Telisik
" Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan (DTPHP) menyiapkan taksi alat dan mesin pertanian (Alsintan) "

MUNA, TELISIK.ID - Petani di Kabupaten Muna saat ini tidak perlu repot-repot lagi mengolah lahan perkebunannya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan (DTPHP) menyiapkan taksi alat dan mesin pertanian (Alsintan).
Taksi Alsintan itu yang dikelola secara profesional, mudah diakses, cepat dan terjangkau oleh petani dilauching Bupati, Bachrun Labuta, Sabtu (4/7/2026) bertempatan dengan HUT ke-67 Muna.
Bachrun bilang, program itu hadir sebagai solusi atas masih terbatasnya kepemilikan Alsintan, tingginya biaya pengolahan lahan, serta kebutuhan percepatan tanam dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian.
Baca Juga: 67 Tahun Muna Dijadikan Momentum Kebangkitan, Bachrun: JATI Percepat Pertumbuhan Ekonomi
"Taksi Alsintan ini bukti dukungan nyata untuk mematahkan hambatan di mana teknologi modern biasanya hanya bisa dinikmati oleh petani besar atau pemilik modal kuat dan kelompok tertentu" kata Bachrun.
Pengelolaan taksi Alsintan dilakukan dengan motto layanan inklusif dengan sistem pengelolaan dan distribusi teknologi pertanian yang dirancang agar bisa diakses secara adil, cepat, mudah dan terjangkau oleh seluruh lapisan petani.
"Pengelolaan taksi Alsintan dilakukan secara terorganisasi melalui Brigade Alsintan yang bertugas menerima pesanan, menyusun jadwal pelayanan, mengelola operator, melakukan perawatan alat, serta mengelola penerimaan biaya jasa untuk mendukung operasional dan pemeliharaan," terangnya.
Sementara itu, Kadis TPHP Muna, La Ode Anwar Agigi menerangkan, jumlah Alsitan yang akan disiapkan sebanyak 21 unit. Terdiri dari 14 traktor roda empat, 5 traktor roda dua dan dua unit rotavator. Alsinta dikelola oleh manajemen Brigade.
Melalui taksi Alsintan, satu unit traktor dapat melayani banyak petani, sehingga pemanfaatn aset menjadi lebih optimal dan manfaatnya dirasakan secara lebih merata.
Tujuan utama program ini, lanjut Anwar mempercepat pengolahan lahan, meningkatkan indeks pertanaman, menekan biaya produksi, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, meningkatkan pendapatan Petani, serta mewujudkan mekanisasi pertanian yang berkelanjutan.
"Pogram ini juga membuka peluang usaha dan lapangan kera bagi operator Alsintan serta mendorong tumbuhnya kelembagaan ekonomi pertanian," ungkapnya.
Baca Juga: 4 Tahanan Kabur Kembali Ditangkap, 7 Lainnya Masih Diburu Polisi
Instansinya, berkomitmen untuk membangun sistem pelayanan mekanisasi pertanian yang modern, efisien, dan berorientasi pada pelayanan yang inklusif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendukung pembangunan pertanian yang maju, mandiri dan berkelanjutan.
Adapun besaran tarif standar jasa di luar harga BBM, yakni traktor roda 4, lahan kering Rp 1.800.000/hektare dan lahan sawah Rp 1.500.000/hektare. Traktor roda 2, lahan kering Rp 1.350.000/hektare dan lahan sawah Rp 1.350.000/hektare dan rotavato, lahan sawah Rp 1.500.000/hektare.
"Besaran penambah tarif jasa tergantung jarak dan kondisi lahan," sebutnya.
Pihaknya juga, memberikan kebijakna diskon tarif, terhadal indeks pertanaman (IP) meningkat, misalnya dari IP 100 ke IP 200 dan dari IP 200 ke IP 300 dan produktivitas persatuan luas meningkat (sesuai hasil ubinan BPS). (B)
Penulis: Sunaryo
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS