ANTARTIKA, TELISIK.ID - Es Kutub Selatan tampak abadi dan tidak berubah. Namun, tinjauan baru telah menunjukkan bagaimana Antartika telah mengalami perubahan ekstrem yang mengejutkan.

Di antara banyak kekhawatiran yang disorot dalam makalah baru, para peneliti memperingatkan ada kemungkinan Antartika pada akhirnya akan kehilangan efek pendinginannya di planet ini dan mulai bertindak sebagai radiator.

Mengutip Kompas.com, dalam studi baru ini, peneliti mengumpulkan bukti tentang perubahan yang mulai memengaruhi Antartika dalam hal cuaca, es laut, suhu samudra, sistem gletser, serta keanekaragaman hayati. Temuan mereka menunjukkan perubahan ektrim pada wilayah tersebut.

Baca Juga: Jembatan Runtuh, 17 Pekerja Tewas di India

Pada tahun 2022, Antartika Timur mengalami rekor gelombang panas dengan suhu mencapai 38,5 derajat celsius.