adplus-dvertising

Pesona Atraksi Budaya 4 Desa Wisata di Pulau Wangi-Wangi

Nina Nurrahmah, telisik indonesia
Kamis, 12 Agustus 2021
2188 dilihat
Pesona Atraksi Budaya 4 Desa Wisata di Pulau Wangi-Wangi
View Sombu Dive menjelang senja. Foto: Repro Instagram @amalhermawan

" Terdapat 3 objek wisata yang sudah tren dan banyak dikenal umum seperti Sombu Dive, Pantai Wambuliga, dan Noa indah "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Menikmati desa wisata tak perlu ke luar negeri. Di Wakatobi ternyata banyak desa wisata yang sangat menarik dan wajib dikunjungi.

Kamu bisa berlibur untuk mencari ketenangan atau sekadar kembali menyegarkan jiwa dan raga dari kegiatan yang menjemukan dengan menikmati beragam atraksi budaya unik di Wakatobi.

Berikut pesona atraksi budaya di 4 desa wisata di Pulau Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi yang telah dirangkum oleh Telisik.Id.


1. Desa Wisata Sombu

Desa wisata sombu adalah salah satu desa wisata di Pulau Wangi-Wangi yang terkenal dengan penerapan pariwisata berkelanjutan.

“Desa Sombu berupaya untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi habitat hiu dan juga aspek wisata alam seperti snorkeling dan diving melalui Forum Pesisir Wakabibika (FPW) yang beranggotakan masyarakat dan nelayan,” ujar Ketua Karang Taruna Desa Sombu, Juadin (23), Kamis (12/8/2021).

“Yang membedakan Sombu dengan daerah lain adalah keindahan bawah laut. Di Sombu ada titik atau spot selam yang berjejer dan jaraknya tidak jauh. Bahkan dalam jarak 1 km terdapat 6 titik spot selam,” tambah Pak Sari selaku pengelola desa wisata Sombu.

Pengelola desa wisata Sombu ini menambahkan, terdapat 3 objek wisata yang sudah tren dan banyak dikenal umum seperti Sombu Dive, Pantai Wambuliga, dan Noa indah.

“Kami juga nanti akan mengembangkan wisata pegunungan dimana di sana terdapat Gua Lianuba dan puncak Sombu, mata air Payau yaitu Wa Pia-Pia Ma Muda dan Wa Pia-Pia Tiu Muhali. Termasuk di sini ada yang namanya Katung Pesahu yang akan dikembangkan sebagai artefak budaya,” tutup Pak Sari.

2. Desa Liya Togo

Pesta budaya mangania di Liya Togo (makan liwo bersama). Foto: Ist.

 

Desa Liya Togo terletak di Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Pulau Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi.

Daya tarik wisata yang ditawarkan di sini yaitu wisata sejarah, tour keliling desa, menikmati kuliner lokal, melihat atraksi budaya masyarakat setempat dan mendayung di tengah-tengah teluk di oa seru.

“Ada salah satu atraksi khas masyarakat Liya Togo yaitu atraksi Posepa’a (saling menendang) yang diadakan setiap Idul Fitri dan Idul Adha,” ujar pemandu wisata Desa Liya Togo, Samlia (26), Kamis (12/8/2021).

“Biasanya jika ada wisatawan yang berkunjung akan disambut dengan atraksi honari mosega, kemudian diberikan sarung atau kadangkala atraksi Lariangi Kareke menyesuaikan dengan permintaan dari wisatawan,” tambah Samlia.

Samlia juga menjelaskan bahwa terdapat juga atraksi karia’a atau somboa (budaya pingitan) dan hefale-falea (adat sebagai tanda kelahiran anak pertama). Hanya saja tidak setiap saat.

"Kalau masyarakat melakukan tradisi tersebut kami perlihatkan dan jelaskan. Kalau tidak ada, kami tidak mengadakan karena itu hal yang sakral dan sarat akan makna," ujarnya.

3. Desa Mola

Desa wisata Mola, tempat suku Bajo menetap. Foto: Repro Instagram @lepa_mola

 

Mola terletak di bagian barat Pulau Wangi-Wangi dan berhadapan langsung dengan Pulau Kapota. Kawasan ini merupakan pemukiman penduduk suku Bajo, pengembara laut, yang telah menetap di Pulau Wangi-Wangi sejak tahun 1958.

“Setiap wisatawan yang berkunjung akan diajak untuk menjumpai sahabat nelayan Bajo Mola yaitu lumba-lumba," ujar Sarman selaku Ketua Lembaga Pariwisata (LEPA) Mola, Kamis (12/8/2021).

Dengan mengendarai bodi, perahu besar buatan masyarakat Bajo Mola dan diiringi cahaya matahari terbit, pengunjung akan diantar ke perairan Pulau Kapota tempat lumba-lumba biasa muncul di pagi hari dan juga melihat aktivitas nelayan Bajo Mola di pagi hari di perairan tersebut.

Baca Juga: Desa Wisata Palahidu Barat Binongko, Tawarkan Atraksi Wisata Unik

Baca Juga: 4 Desa Wisata Terbaik di Kaledupa, Salah Satunya Penghasil Kain Tenun yang Dipakai Menteri Pariwisata

Sarman menjelaskan, pengunjung akan diajak untuk mengenal sejarah dan tradisi suku Bajo Mola yang sangat berorientasi ke laut, namun juga filosofi dan nilai-nilai kehidupan yang diwarisi secara turun temurun. Kamu juga bisa ikut merasakan berperahu di atas lepa, perahu khas Bajo, hasil karya masyarakat setempat, menyusuri sedikit kanal yang masih tersisa di Mola.

“Lengkapi kunjungan ke Mola dengan menikmati masakan dan makanan kecil khas Bajo Mola seperti nasi jagung, kasuami pepe, gadoh, kempileh, papi, jepa, ledo dan lain-lainnya yang disiapkan ibu-ibu Mola," ujar Sarman.

Lalu tutup kunjungan kamu ke Bajo Mola dengan mendengarkan cerita tentang manfaat berbagai benda langit yang selama ratusan tahun telah menjadi panduan suku Bajo dalam mengarungi lautan dan kehidupan.

4. Desa Wisata Waginopo

Kunjungan wisatawan ke Desa Liya Togo. Foto: Ist.

 

Desa wisata Waginopo berada di dataran tinggi Pulau Wangi-Wangi. Desa Waginopo memiliki lahan pertanian yang cukup subur sehingga memungkinkan pengembangan agrowisata.

Waginopo juga memiliki kearifan lokal budaya yang masih kental. Dari segi kelembagaan, Waginopo sudah memiliki sanggar budaya sejak lama. Di samping itu, Desa Waginopo juga memiliki lembaga pariwisata Pokdarwis.

“Waginopo memiliki tempat wisata buatan yaitu Taman Toliamba dan wisata alam hutan yang masih alami dengan jenis burung dan Gua Liya Honiki,” ujar Fitria (40) selaku pengurus pokdarwis dan Sekretaris PKK Desa Waginopo.

“Setiap wisatawan yang berkunjung akan disuguhkan tarian dari sanggar tari dan wisatawan akan diajak langsung berinteraksi dengan penari sambil ikut menari. Seperti tarian kanpepe, Tari Pajogi, Tari Hebatu dan masih banyak lagi,” tutup Fitria. (A)

Reporter: Nina Nurrahmah

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga