adplus-dvertising

Permandian Gumanano, Destinasi Wisata yang Patut Anda Kunjungi

Haidir Muhari, telisik indonesia
Sabtu, 07 November 2020
3042 dilihat
Permandian Gumanano, Destinasi Wisata yang Patut Anda Kunjungi
Pemandangan di Permandian Gumanano. Foto: Muhari/Telisik

" Tak hanya sejuk dipandang, sensasi kesejukan juga dirasakan saat menyentuh atau berendam. Airnya tetap sejuk walau di cuaca terik bagaimanapun. Sangat cocok untuk melepas kepenatan dari rutinitas yang mengikat. "

BUTON TENGAH, TELISIK.ID - Permandian Gumanano menjadi pilihan destinasi wisata di Buton Tengah.

Permandian ini terletak di Desa Gumanano, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah. Lokasinya tepat di kaki tebing. Dari pusat desa, anda harus menempuh perjalanan sekira lima menit menggunakan kendaraan roda dua.

Masyarakat lokal menyebutnya oeno gumanano, yang berarti airnya gumanano. Dalam cerita turun-temurun masyarakat permandian ini pertama kali ditemukan oleh tokoh pada masanya yang dikenal dengan sebutan Maruhama.


Sejak dulu warga Gumanano mengonsumsi air ini. Saat ini sisa beberapa saja masyarakat yang mengonsumsinya. Sebagiannya lagi telah mengonsumsi air galon.

Airnya payau jika diminum. Ada rasa sedikit asin jika dikecap oleh lidah yang tidak terbiasa meminumnya.

Air gumanano punya peranan penting bagi masyarakat di desa tenun ini. Itu sekilas sejarah permandian ini.

Baca juga: Eksotisme Pantai Walengkabola, Pasir Putih dan Cantiknya Danau Moko

Permandian ini punya daya pikatnya sendiri. Airnya jernih dengan nuansa hijau, memberikan kesejukan saat dipandang.

Tak hanya sejuk dipandang, sensasi kesejukan juga dirasakan saat menyentuh atau berendam. Airnya tetap sejuk walau di cuaca terik bagaimanapun. Sangat cocok untuk melepas kepenatan dari rutinitas yang mengikat.

Saat anda berendam atua berenang, maka sinyal-sinyal kesejukan akan meresap melalui permukaan kulit anda. Rasa gerah akan perlahan-lahan terdepak. Kalau keasyikan mandi di tempat ini, bisa-bisa anda lupa waktu.

Walaupun lama berendam, anda akan tidak merasakan kedinginan yang terlalu. Namun, saat anda tidak lagi berendam, maka sensasi dingin akan menyapa kulit anda.

Kedalamannya bervariasi, mulai dari 30 cm hingga dua meter lebih. Kedalamannya juga dipengaruhi pasang surut air laut. Jika laut pasang, maka volume air akan meningkat.

Bagi anda yang ingin belajar berenang, permandian ini adalah yang recomended. Anak-anak desa Gumanano hampir semua pandai berenang, karena belajar di permandian ini.

Baca juga: Karamba Tondonggeu, Wisata Pilihan di Kota Kendari

View-nya eksotik. Akar-akar pohon bergelantungan di arah utara permandian ini, tepat di kaki tebing. Anak-anak biasanya berlomba menaiki tebing vertikal ini. Sembari diiringi tawa lepas, mereka lalu berlomba yang memanjat lebih tinggi. Bagi anda pecinta panjat tebing, sangat baik anda menulis pengalaman baru dengan memanjat di tebing ini.

 

Ceruk besar di permandian Gumanano. Foto: Muhari/Telisik

 

Di arah Selatan permandian ini terdapat beberapa tiga ceruk. Sensasi mandi dalam ceruk ini perlu anda coba. Dua ceruk berukuran kecil, yang hanya bisa muat satu orang dan ceruk yang agak besar.

Ceruk besar itu bisa muat hingga belasan orang. Di ceruk besar ini biasanya gelap, intensitas cahaya yang memancar sangat sedikit. Setidaknya perlu menyiapkan senter atau menggunakan senter dari telepon genggam anda, untuk melihat eksotiknya batuan karst dalam ceruk ini.

Saat ini permandian ini dikelola oleh Pemerintah Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gumanano. Anda dikenai tarif untuk menyantap kesejukan di permandian ini.

"Motor tanpa boncengan tiga ribu, boncengan lima ribu," terang Jamaluddin S.Pd, Direktur BUMDes Gumanano saat dihubungi via WhatsApp, Sabtu (7/11/2020). Ia melanjutkan untuk mobil dikenakan karcis Rp 15.000 dan truk Rp 25.000. (B)

Reporter: Haidir Muhari

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Baca Juga