Peternak Desa Kulati Wakatobi Swadaya Perbaiki Jalan Menuju Pantai Huntete
Zulkifli Herman Tumangka, telisik indonesia
Senin, 01 Juni 2026
0 dilihat
Warga dan peternak Desa Kulati Wakatobi saat bergotong royong memperbaiki jalan menuju Pantai Huntete. Foto: Ist.
" Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Desa Kulati melalui kegiatan perbaikan jalan yang menghubungkan desa dengan kawasan wisata Pantai Huntete pada Minggu (31/6/2026) "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Desa Kulati melalui kegiatan perbaikan jalan yang menghubungkan desa dengan kawasan wisata Pantai Huntete pada Minggu (31/6/2026).
Perbaikan tersebut merupakan lanjutan dari dua tahap sebelumnya yang telah dilaksanakan secara swadaya dengan memanfaatkan dana hasil pengelolaan portal wisata.
Pada tahap ketiga ini, dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp 5 juta. Dana tersebut berasal dari kontribusi para peternak Desa Kulati dan digunakan untuk memperbaiki sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan.
Perbaikan dilakukan guna memperlancar akses masyarakat, peternak, maupun wisatawan yang berkunjung ke Pantai Huntete.
Baca Juga: Beroperasi Hampir Satu Dekade Kondisi Jembatan Biru Pulau Makasar - Lowulowu Terancam Roboh
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian dan kekompakan para peternak dalam mendukung kebutuhan bersama.
Selain menopang aktivitas wisata, jalan tersebut juga menjadi jalur penting bagi mobilitas hasil peternakan yang menjadi salah satu sektor unggulan masyarakat desa.
Salah seorang warga Desa Kulati, Sukirman Basra, mengatakan bahwa perbaikan jalan dilakukan atas kesadaran bersama masyarakat yang merasakan langsung manfaat keberadaan akses jalan.
"Kami berinisiatif memperbaiki jalan ini secara swadaya karena jalan ini sangat penting bagi masyarakat, baik untuk mengangkut hasil ternak maupun untuk akses menuju Pantai Huntete," ujar Sukirman, Senin (1/6/2026).
"Dana yang terkumpul berasal dari kontribusi para peternak, dan alhamdulillah masyarakat tetap kompak menjaga semangat gotong royong," tambah Sukirman.
Sejak Januari hingga saat ini, tercatat sekitar 53 ekor sapi telah terjual dengan kisaran harga Rp 13 juta hingga Rp 18 juta per ekor. Selain itu, sebanyak 20 ekor kambing juga berhasil dipasarkan dengan harga berkisar antara Rp 2,8 juta hingga Rp 3,5 juta per ekor.
Tingginya aktivitas perdagangan ternak dinilai bahwa sektor peternakan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat Desa Kulati.
Karena itu, keberadaan infrastruktur jalan yang memadai dianggap sangat penting untuk mendukung kelancaran distribusi hasil ternak sekaligus meningkatkan akses menuju destinasi wisata Pantai Huntete.
Sukirman berharap semangat kebersamaan yang selama ini terbangun dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi upaya pembangunan desa berbasis partisipasi warga.
"Jalan yang baik akan memperlancar roda ekonomi masyarakat. Apa yang dilakukan para peternak Desa Kulati hari ini adalah bukti nyata bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun desa. Kami berharap semangat seperti ini terus terjaga demi kemajuan Desa Kulati," tutupnya.
Baca Juga: Pemuda Wakatobi Kehilangan Wadah Aspirasi dan Kritik Kevakuman KNPI
Sementara itu, perbaikan jalan secara swadaya yang dilakukan masyarakat Desa Kulati juga tidak lepas dari aspirasi warga terkait pembangunan akses menuju Pantai Huntete.
Sebelumnya, masyarakat setempat sempat menyatakan penolakan terhadap rencana rekonstruksi jalan dari Desa Dete menuju kawasan wisata tersebut yang membuka jalur baru.
Warga menilai pembukaan jalan baru berpotensi berdampak pada lahan peternakan, pertanian, serta kawasan wisata Desa Kulati.
Karena itu, mereka meminta pemerintah seharusnya memprioritaskan perbaikan jalan yang sudah ada dan selama ini digunakan warga, peternak, maupun wisatawan. (C)
Penulis: Zulkifli Herman Tumangka
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS