Beroperasi Hampir Satu Dekade Kondisi Jembatan Biru Pulau Makasar - Lowulowu Terancam Roboh

Ali Iskandar Majid, telisik indonesia
Senin, 01 Juni 2026
0 dilihat
Beroperasi Hampir Satu Dekade Kondisi Jembatan Biru Pulau Makasar - Lowulowu Terancam Roboh
Seorang pedagang es lilin menepikan motornya di sisi kiri sayap jembatan biru saat menunggu mobil dari arah yang berlawanan. Foto: Ali Iskandar Majid/Telisik

" Beroperasi selama hampir satu dekade kondisi Jembatan Biru, akses penyeberangan masyarakat Pulau Makasar ke daratan Kota Baubau (Lowulowu) kini mengalami kerusakan parah yang mengancam keselamatan pengguna hingga berpotensi roboh "

BAUBAU, TELISIK.ID - Beroperasi selama hampir satu dekade kondisi Jembatan Biru, akses penyeberangan masyarakat Pulau Makasar ke daratan Kota Baubau (Lowulowu) kini mengalami kerusakan parah yang mengancam keselamatan pengguna hingga berpotensi roboh.

Jembatan Biru diresmikan oleh Nur Alam pada tahun 2017 silam yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara.

Jembatan Biru sebagai akses penghubung bagi masyarakat Pulau Makasar dalam menjangkau wilayah daratan Kota Baubau.

Hampir satu dekade digunakan sebagai akses penghubung satu-satunya bagi masyarakat di sana, namun kondisinya kian memprihatinkan beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Pemuda Wakatobi Kehilangan Wadah Aspirasi dan Kritik Kevakuman KNPI

Sejumlah tiang penyangga jembatan yang terbuat dari beton kini mengalami pengikisan yang disebabkan oleh organisme hidup yang secara aktif melubangi permukaan tiang.

Akibatnya berdampak pada geladak jembatan yang bergetar hingga goyang saat dilintasi kendaraan roda empat.

Kondisi itu diperparah dengan belum adanya pemugaran atau revitalisasi terhadap jembatan penghubung sepanjang sekitar 1,3 kilometer ini.

Bedasarkan pantauan telisik.id di lokasi, kerusakan Jembatan Biru bukan hanya terjadi pada tiang penyangga. Namun, juga beberapa railing jembatan (sandaran) yang telah copot.

Semenjak banyaknya railing jembatan yang hilang membuat sejumlah pengendara yang melintas di atasnya merasa khawatir akan keselamatan berkendara.

Pengendara pun menjadi was-was menepi di sisi kiri dan kanan sayap jembatan saat menunggu kendaraan roda empat selesai melintasi geladak. Tak ada lagi beton pembatas yang tersisa akibat rusak oleh perbuatan oknum tak bertanggung jawab.

"Kalau mobil lewat jembatan sudah goyang-goyang kayak mau roboh," kata Dicky, warga yang ditemui telisik.id di Jembatan Biru, Senin (1/6/2026).

Baca Juga: Muna Road Race Cup I Digelar 4-5 Juli

"Baru ini juga, sudah hilang besi sandaran dan beton pembatas jembatan. Bahaya kalau lagi tunggu mobil lewat begini jangan sampai ada yang jatuh ke laut," lanjutnya.

Sebelumnya saat kunjungan reses di Pulau Makasar pada 27/5/2025, salah satu anggota DPRD Provinsi Sultra dari fraksi Partai Bulan Bintang (PBB), Rosni, mengungkapkan proyek rehabilitasi jembatan telah didorong masuk ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sultra.

Rosni mengungkapkan bahwa perbaikan jembatan akan difokuskan pada pelebaran jembatan yang sudah ada tanpa merusak konstruksi yang digunakan masyarakat saat ini. Langkah ini dinilai lebih efisien dan cepat untuk dieksekusi oleh OPD teknis terkait.

“Tetap akan saya dorong semua untuk diperjuangkan minimal 5 tahun terakhir ini dapat terealisasi oleh Pemprov Sultra,”  ungkapnya pada telisik.id. (C)

Penulis: Ali Iskandar Majid

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga