adplus-dvertising

Positif COVID-19, Wali Kota Tanjungpinang Meninggal Dunia

Muhammad Israjab, telisik indonesia
Selasa, 28 April 2020
1231 dilihat
Positif COVID-19, Wali Kota Tanjungpinang Meninggal Dunia
Wali Kota TanjungWali Kota Tanjungpinang, H Syahrul. Foto: Sijori Kepripinang, H Syahrul. Foto: Sijori Kepri

" Kami sudah mendapat kabar bahwa beliau telah berpulang, beberapa saat yang lalu. Kami Pimpinan Pusat Partai Gerindra merasa sangat kehilangan atas berpulangnya pejuang politik Ketua DPD Partai Gerindra Kep. Riau sekaligus Wali Kota Tanjung Pinang. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul meninggal dunia di ruang ICU Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib, RSUP Kepulauan Riau, pada Selasa (28/4/2020) pukul 16.45 WIB.

Syahrul juga merupakan Ketua DPD Partai Gerindra. Informasi tersebut telah dikonfirmasi oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

"Kami sudah mendapat kabar bahwa beliau telah berpulang, beberapa saat yang lalu. Kami Pimpinan Pusat Partai Gerindra merasa sangat kehilangan atas berpulangnya pejuang politik Ketua DPD Partai Gerindra Kep. Riau sekaligus Wali Kota Tanjung Pinang," kata Dasco dikutip dari Tirto.id, Selasa sore.


Selain itu kabar duka ini di sampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana yang diunggah dalam WhatsApp grup COVID-19 Kota Batam.

"Innalilahi Wainnailaihi Raajiuun.. Telah berpulang ke Rakhmatullah Bpk Walikota Tanjung Pinang hari Selasa tgl 28 April 2020, jam 16.45.. Semoga Arwah beliau mendapat tempat yang mulya disisi Allah SWT Aamiin YRA," kata Tjetjep, dikutip dari liputan6.com.

Baca juga: Ombudsman Sultra Sebut 500 TKA China Belum Dapat Visa

Namun, dia belum menjelaskan tentang mekanisme pemakaman apakah akan mengikuti protokol COVID-19.

Sebelumnya Wali Kota Tanjung Pinang Syahrul dinyatakan positif COVID -19 oleh Tim Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Kepri.

Syahrul terkonfirmasi positif COVID-19 usai dilarikan ke rumah sakit dengan gejala demam dan gula darah naik.

Tim medis dikabarkan juga membutuhkan darah yang cukup sebelumnya untuk menstabilkan kondisi Syahrul. Dia harus menjalani cuci darah dan berbagai perawatan.

Sejumlah peralatan medis didatangkan dari Kota Batam.

Sebelumnya pihak medis sudah melepas alat bantu medis CPR (Cardiopulmonary resuscitation) di tubuh Syahrul, namun kembali dipasang.

Tim medis memonitor kesehatan Syahrul selama 24 jam. Dia sempat membutuhkan darah yang cukup banyak.

Syahrul lalu dilarikan ke RSUD Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang, Sabtu, 11 April 2020 menggunakan ambulans.

Tim medis yang membawanya saat itu mengenakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar penanganan COVID-19.

Reporter: Muhammad Israjab

Editor: Sumarlin

Artikel Terkait
Baca Juga