adplus-dvertising

Provinsi Papua Selatan Siap Dibentuk, Mendagri: Harus Dipercepat

M Risman Amin Boti, telisik indonesia
Senin, 13 September 2021
2733 dilihat
Provinsi Papua Selatan Siap Dibentuk, Mendagri: Harus Dipercepat
Mendagri Tito Karnavian. Foto: Repro iNews.id

" Tito mengatakan bahwa pemekaran provinsi di Papua akan ditambah Provinsi Papua Selatan yang meliputi Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi dan Kabupaten Asmat yang ibu kotanya di Merauke "

JAKARTA,TELISIK.ID – Pemerintah mulai membahas daerah kekhususan bagi aspirasi tentang pembentukan atau pemekaran Provinsi Papua Selatan.

Meskipun pemekaran Provinsi Papua Selatan hanya mencakup wilayah empat kabupaten.

Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dalam kunjungan kerja bersama Menko polhukam, Mahfud MD ke perbatasan Indonesia dan Papua Nugini di Distrik Sota, Kabupaten Marauke, Papua.


“Kita akan revisi undang-undang Otsus Papua, di Papua harus ada percepatan pembangunan, Merauke sudah bisa dimekarkan menjadi Provinsi Papua Selatan walaupun hanya ada empat kabupaten karena adanya kekhususan buat Papua," kata Tito dalam keterangannya, Minggu (12/9/2021).

Tito mengatakan bahwa pemekaran provinsi di Papua akan ditambah Provinsi Papua Selatan yang meliputi Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi dan Kabupaten Asmat yang ibu kotanya di Merauke.

Menurut Tito, awalnya Kabupaten Pegunungan Bintang mau ikut bergabung menjadi daerah pemekaran Provinsi Papua Selatan.

"Pertimbangan wilayah Pegunungan Bintang memilih bergabung dengan aspirasi pemekaran Saireri karena dekat ke Jayapura," terangnya.

Sehingga dengan aturan baru, kata Tito, meskipun empat kabupaten wilayah Papua Selatan sudah bisa membentuk provinsi sendiri.

Terkait hal ini sesuai arahan Menkopolhukam Mahfud MD yang ikut juga berkunjung, pihaknya membahas dan mempersiapkan Peraturan Pemerintah dengan batas waktu hingga tanggal 19 Oktober 2021.

“Selanjutnya dibulatkan lagi dengan mendengar aspirasi masyarakat dari bawah,” ujarnya.

Karena itu, mantan Kapolda Papua itu mengatakan bahwa seluruh komponen masyarakat, terutama para tokoh, di wilayah Papua Selatan harus bersatu dan membuat pernyataan tertulis untuk disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

"Wilayah Merauke punya potensi pertanian dan perikanan sangat luar biasa. Didukung dengan SDM yang memadai, saya yakin Provinsi Papua Selatan ke depan akan menjadi provinsi termaju di tanah Papua," tambah Tito.

Diketahui sebelumnya kunjungan kerja Tito tersebut ke Papua ketika disampaikan Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

Baca Juga: Anak Jokowi Blak-blakan Puji Anies Baswedan, Netizen Heboh

Baca Juga: PLN Gelar Simulasi Ketersediaan Listrik pada PON XX Papua

Pasalnya, Tito batal menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPR bersama penyelenggara Pemilu dalam pengambilan keputusan terkait Pemilu 2024.

Namun mantan Kapolda Metro Jaya ini hanya diwakili jajarannya di Kemendagri, Senin (6/9/2021) lalu.

Menurut Doli, Mendagri tak hadir karena ditugaskan Presiden Joko Widodo ke Papua untuk memantau sejumlah agenda.

Diantaranya untuk menampung aspirasi terkait penyusunan peraturan pemerintah hasil pasca pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.

Selain itu Mendagri juga melakukan monitoring pelaksanaan penanganan pandemi COVID-19 dan pengecekan persiapan PON XX Papua. (C)

Reporter : M. Risman Amin Boti

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga