PSK Cantik Buka-bukaan Beber Penghasilan, Ngaku Layani Selusin Pria Sehari Asal Dapat Bayaran Sepadan

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Minggu, 23 Agustus 2026
0 dilihat
PSK Cantik Buka-bukaan Beber Penghasilan, Ngaku Layani Selusin Pria Sehari Asal Dapat Bayaran Sepadan
Ilustrasi, seorang PSK mengungkap pengalamannya melayani hingga 13 klien sehari dengan penghasilan mencapai ribuan dolar. Foto: Repro iStockphoto

" Seorang pekerja seks di Tijuana, Meksiko, mengungkap penghasilan dan pengalamannya melayani hingga 13 klien dalam sehari dengan bayaran tertentu "

MEXICO CITY, TELISIK.ID - Seorang pekerja seks di Tijuana, Meksiko, mengungkap penghasilan dan pengalamannya melayani hingga 13 klien dalam sehari dengan bayaran tertentu.

Kisah tersebut berasal dari Danny, perempuan asal Hermosillo, Sonora, yang pindah ke Tijuana ketika berusia 19 tahun untuk bekerja di Hong Kong Gentlemen's Club. Ia menceritakan pengalaman tersebut dalam wawancara dengan YouTuber 420Jon69.

Danny memilih menutupi wajahnya dalam wawancara untuk menjaga identitas. Ia mengaku keputusan bekerja di Tijuana memberikan penghasilan lebih besar dibandingkan pekerjaan sebelumnya.

Tijuana dikenal memiliki Zona Norte, kawasan yang menjadi salah satu distrik hiburan malam dan prostitusi yang ramai. Dalam kisahnya, Danny juga menjelaskan kondisi pekerjaan, penghasilan, serta aturan yang diterapkan para pekerja seks di kawasan tersebut.

Danny Ungkap Pengalaman Bekerja di Tijuana

Danny mengatakan banyak orang memiliki anggapan bahwa Tijuana merupakan kota yang sangat berbahaya. Namun, menurutnya, pengalaman yang ia jalani tidak sepenuhnya seperti gambaran tersebut.

“Mereka pikir Tijuana adalah tempat terburuk di dunia, yang paling berbahaya jika mereka datang ke sini mereka akan membunuhmu, bahwa kamu akan menjadi pecandu narkoba,” terangnya dalam wawancara tersebut, seperti dikutip dari Okezonews, Minggu (23/8/2026).

Baca Juga: Kisah Ulama Syam Minta Doa ke PSK dan Berujung Ratusan Perempuan Pilih Tobat

Danny kemudian mengatakan seseorang tetap memiliki pilihan mengenai lingkungan yang ingin didatangi dan pekerjaan yang dijalani.

Menurutnya, pengalaman bekerja sebagai pekerja seks juga membuat dirinya merasa lebih percaya diri dalam berkomunikasi.

“Itu membuat Anda lebih berpendidikan, setidaknya bagi saya, saya lebih hormat, saya berbicara lebih baik,” ujarnya.

Penghasilan Bisa Capai Ribuan Dolar

Salah satu alasan Danny bertahan di pekerjaan tersebut adalah penghasilan. Ia mengatakan pendapatannya dalam satu jam dapat menyamai penghasilan dari pekerjaan sebelumnya selama sepekan.

Meski demikian, penghasilan tersebut tidak selalu sama setiap hari. Ada saat ketika ia pulang tanpa mendapatkan uang, tetapi pada malam tertentu pendapatannya bisa mencapai ratusan hingga ribuan dolar.

“Ada kalanya kami tidak mengambil apa pun, saya diketahui pulang tanpa satu dolar,” ungkapnya.

Namun, pada malam yang ramai, ia mengaku dapat membawa pulang USD300 hingga USD500. Dalam kondisi tertentu, penghasilannya bahkan mencapai USD1.000 dalam satu malam.

“Saya mengambil USD600 tadi malam,” terangnya.

Danny Pernah Melayani 13 Klien

Danny mengungkapkan jumlah klien terbanyak yang pernah dilayaninya dalam satu hari mencapai 13 orang. Ia menjelaskan tarif dasar yang berlaku di tempatnya bekerja.

“Ada 13 kamar, hanya penerimaan murni USD1.300 karena USD100 untuk setiap kamar selama 30 menit, terkadang Anda mendapat lebih banyak,” tambahnya.

Danny juga mengaku dapat memperoleh USD2.000 hingga USD3.000 dalam satu malam pada kondisi tertentu. Namun, ia mengatakan pekerjaan tersebut memiliki beban fisik.

Ia menyebut kondisi tubuhnya mulai terasa sangat sakit setelah melayani klien kelima atau keenam. Hal tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai beratnya pekerjaan yang dijalaninya.

Bekerja Selama Delapan Jam

Menurut Danny, orang yang menggunakan jasa pekerja seks di kawasan tersebut dapat membayar sekitar USD100 untuk layanan selama satu jam.

Namun, ia menegaskan pekerja seks tidak hanya datang ke tempat kerja selama beberapa jam. Menurut pengakuannya, mereka dapat menghabiskan waktu kerja hingga delapan jam.

“Kami bekerja delapan jam, jangan berpikir bahwa kami hanya datang ke sini selama dua jam itu saja, tidak,” katanya.

Penghasilan yang diperoleh Danny kemudian digunakan untuk berbagai kebutuhan. Ia mengaku pernah menggunakan uang tersebut untuk membayar utang, menabung, dan menghabiskan waktu bersama anak-anaknya.

“Jika saya berutang atau semacamnya, saya melunasinya dan sisanya masuk ke bank,” ujarnya.

Ketika memperoleh penghasilan lebih besar, Danny mengatakan dirinya memilih merayakannya bersama anak-anak dengan makan bersama.

Danny Juga Memiliki Sugar Daddy

Selain pendapatan dari pekerjaannya, Danny mengaku mendapatkan dukungan finansial dari seorang sugar daddy yang telah dikenalnya selama beberapa tahun.

Menurut Danny, pria tersebut memberikan sekitar USD800 setiap bulan. Dukungan lain yang disebutnya meliputi pembayaran sewa, perjalanan bersama teman, serta kebutuhan anak-anak.

“Sugar daddy bertahan dengan saya tiga atau empat tahun, itu bukan sugar daddy satu bulan, mereka sudah ada sejak lama,” katanya.

Danny mengatakan hubungan tersebut berbeda dengan hubungan jangka pendek karena sudah berlangsung selama beberapa tahun.

Ada Klien dengan Permintaan Tidak Biasa

Danny juga menceritakan sisi lain dari pekerjaannya, termasuk menghadapi klien dengan berbagai permintaan. Ia mengatakan ada pria yang datang dengan fantasi yang menurutnya tidak dapat diterima.

“Pria datang dengan fantasi yang sangat buruk, yang terburuk adalah dia menginginkan saya seolah-olah saya adalah seorang gadis dan saya mengatakan kepadanya tidak,” tegasnya.

Ia mengatakan dirinya memiliki batasan dalam menerima permintaan klien. Danny juga mengaku hanya pernah jatuh cinta kepada dua klien, sementara menurut pengakuannya, ada pria yang mengaku jatuh cinta kepadanya.

Baca Juga: Cerita 2 PSK Ngaku Dibayar Pakai Uang Palsu Usai Main dengan Pelanggan, Berujung Lapor Polisi

Aturan Membawa Pekerja Keluar Klub

Danny menjelaskan terdapat aturan tidak tertulis mengenai klien yang ingin membawa pekerja seks keluar dari klub. Biasanya, para pekerja akan menolak permintaan tersebut.

Namun, ia menyebut keputusan tersebut dapat berubah apabila tawaran yang diberikan sangat besar.

“Tapi itu tergantung pada uangnya, jika seorang pria datang dan menawari kami uang banyak untuk berada di sana, sebagian besar waktu kami mengatakan ya,” terangnya.

Keluarga Danny disebut tidak menyetujui pekerjaannya. Meski demikian, ia mengatakan dirinya tidak menganggap profesi tersebut menjadikannya orang yang buruk.

“Saya tidak merasa itu hal yang buruk, saya tidak merasa buruk melakukan ini karena saya melakukan semuanya dengan bertanggung jawab, semuanya dengan benar,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kehidupan para pekerja seks di luar pekerjaan tidak berbeda dari orang lain.

“Di luar pekerjaan kami hanya gadis normal, kami teman baik, pacar yang baik, semuanya,” tandasnya. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga