PT Vale Bawa Anyaman Teduhu Luwu Timur ke Dekranas, Dorong Regenerasi Pengrajin Muda
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Jumat, 10 Juli 2026
0 dilihat
PT Vale Indonesia memperkenalkan anyaman teduhu Luwu Timur di Dekranas untuk memperkuat kriya lokal berkelanjutan. Foto: Ist.
" PT Vale Indonesia Tbk menghadirkan produk anyaman teduhu khas Kabupaten Luwu Timur dalam ajang Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) "

MAKASSAR, TELISIK.ID - PT Vale Indonesia Tbk menghadirkan produk anyaman teduhu khas Kabupaten Luwu Timur dalam ajang Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) sebagai bagian dari upaya memperkuat produk kriya lokal sekaligus mendorong regenerasi pengrajin muda.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Produk binaan PT Vale ditampilkan pada kegiatan Pendampingan Kewirausahaan dan Pengembangan Produk Kerajinan Khas Daerah bagi UMKM Wilayah Sekitar Tambang dan Hulu Migas.
Kegiatan itu merupakan rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54 dan Hari Ulang Tahun Dekranas ke-46 yang berlangsung di Makassar pada 9–11 Juli 2026.
Bagi PT Vale, pengenalan anyaman teduhu tidak hanya bertujuan memperluas pasar produk lokal, tetapi juga menjadi bagian dari strategi investasi sosial perusahaan dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), perusahaan memberikan pendampingan kepada para pengrajin, termasuk menyiapkan regenerasi agar keterampilan menganyam tetap terjaga dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Head of External Relation Sorowako and Outer Area PT Vale, Yusri Yunus, mengatakan perusahaan memberikan perhatian terhadap keberlangsungan tradisi anyaman teduhu dengan membina generasi muda berusia 16 hingga 23 tahun untuk melanjutkan keahlian para pengrajin senior.
"Prinsip kami adalah tumbuh bersama masyarakat. Kami ingin memastikan produk lokal seperti teduhu memiliki daya saing tinggi dan tradisinya tetap lestari," kata Yusri Yunus.
Baca Juga: PT Vale Edukasi Siswa SMA Praktik Green Mining Lewat Nursery Tanggetada di Kolaka
Menurutnya, pendampingan yang dilakukan PT Vale tidak hanya berfokus pada keterampilan menganyam, tetapi juga mencakup penguatan aspek usaha dan pemasaran.
"Untuk itu, PT Vale memberikan pendampingan, mulai dari pengenalan bahan baku berkelanjutan, inovasi teknik menganyam, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), manajemen usaha, hingga membuka akses pasar seluas-luasnya," ujarnya.
Saat ini PT Vale membina dua komunitas pengrajin, yakni Komunitas Teduhu di Desa Nuha yang beranggotakan 12 pengrajin dengan bahan baku pakis hutan, serta Komunitas Sampa Konao di Desa Matano yang terdiri atas 10 pengrajin muda yang memanfaatkan pelepah pohon aren sebagai bahan anyaman.
Selain melakukan pembinaan, perusahaan juga mengintegrasikan produk tersebut ke dalam ekosistem bisnisnya dengan menjadikan anyaman teduhu sebagai suvenir resmi bagi tamu perusahaan, sekaligus memasarkannya melalui jaringan hotel dan galeri.
Pengrajin teduhu asal Desa Nuha, Yulianti, mengatakan dukungan PT Vale telah membantu pengrajin mengembangkan produk tanpa meninggalkan nilai budaya yang telah diwariskan sejak puluhan tahun lalu.
"Bersama PT Vale, kami bisa melakukan inovasi produk mulai dari kotak tisu hingga tas modern, sekaligus mengajak anak-anak muda di desa untuk ikut menjaga tradisi ini agar tidak punah," tutur Yulianti.
Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang Dekranas menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk teduhu kepada pasar yang lebih luas.
"Kesempatan mengenalkan teduhu di ajang Dekranas ini sangat berharga untuk memperluas pasar dan membuka peluang kerja sama baru," katanya.
Kehadiran produk anyaman teduhu di pameran tersebut juga mendapat perhatian Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, bersama Wakil Ketua II Dekranas, Sri Suparni Bahlil Lahadalia.
Baca Juga: Wujudkan Desa Sejahtera, PT Vale IGP Pomalaa Edukasi Penerapan PHBS di Desa Pesouha
Keduanya mengunjungi stan PT Vale dan berdialog langsung dengan para pengrajin mengenai proses pembuatan tas anyaman teduhu serta kain bermotif taipa khas Danau Matano.
Sri Suparni Bahlil Lahadalia mengapresiasi upaya pembinaan yang dilakukan PT Vale terhadap para pengrajin muda di wilayah operasional perusahaan.
"Kami tentu sangat bangga melihat semangat dan antusiasme para pengrajin, khususnya pengrajin muda yang terus bermunculan," ujarnya.
"Berkat pembinaan selama ini oleh perusahaan mitra ESDM seperti PT Vale, banyak pengrajin muda yang penuh semangat dan sudah mengikuti berbagai coaching," tambahnya. (D-Adv)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS