adplus-dvertising

Puan Maharani Pastikan Pembahasan RUU Cipta Kerja Transparan dan Hati-hati

Marwan Azis, telisik indonesia
Rabu, 30 September 2020
1133 dilihat
Puan Maharani Pastikan Pembahasan RUU Cipta Kerja Transparan dan Hati-hati
Ketua DPR RI, Puan Maharani. Foto: Ist.

" Saya memantau perkembangan pembahasan RUU Cipta Kerja, bukan hanya klaster ketenagakerjaan, tapi semua klaster yang harus dibahas hati-hati, cermat, dan transparan, dan tentu membawa manfaat yang baik. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Meski menuai penolakan, DPR RI terus melanjutkan pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker).

Ketua DPR-RI Puan Maharani pun memastikan pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) akan dilakukan secara cermat, transparan, hati-hati dan terbuka pada masukan masyarakat.

Puan menegaskan, Omnibus Law bukan hanya untuk pemerintah saat ini, tetapi untuk kepentingan bangsa dan negara saat ini dan di masa depan.


“Saya memantau perkembangan pembahasan RUU Cipta Kerja, bukan hanya klaster ketenagakerjaan, tapi semua klaster yang harus dibahas hati-hati, cermat, dan transparan, dan tentu membawa manfaat yang baik,” kata Puan di Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Terkait klaster ketenagakerjaan, kata Puan, DPR RI menerima masukan dari masyarakat dan buruh, masukan dari pemerintah, serta masukan dari investor, dalam pembahasannya.

Baca juga: Luhut Minta BPJS Percepat Pembayaran Klaim Perawatan Pasien COVID-19

Dia menegaskan, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI akan memberikan ruang untuk mengatasi masalah lapangan kerja dalam pembahasan RUU tersebut.

“Tujuannya adalah bagaimana bisa memberikan ruang dalam mengatasi lapangan kerja. Jangan ada satu pihak dirugikan, namun ada pihak yang lebih diuntungkan,” papar cucu Bung Karno itu.

Ketika ditanya apakah Omnibus Law RUU Cipta Kerja akan disahkan pada Oktober 2020, Puan menyatakan belum dapat memastikan waktu pengesahannya karena Omnibus Law masih digodok Baleg DPR RI.

“Kita tunggu hasil dari Baleg karena saat ini masih dibahas, bagaimana akhirnya, tentu akan kita cermati kembali,” tuturnya.

Reporter: Marwan Azis

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Baca Juga