Pusat Layanan Autis Sulawesi Tenggara Sediakan Beragam Terapi Gratis
Gede Suyana Sriski, telisik indonesia
Selasa, 06 Januari 2026
0 dilihat
Pusat Pelayanan Autis Sulawesi Tenggara, tempat pelayanan anak berkebutuhan khusus di Kota Kendari tanpa dipungut biaya. foto: Gede Suyana Sriski/telisik
" Jumlah penyandang autisme dan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang terus bertambah dan biaya terapi yang sangat mahal merupakan latar belakang hadirnya Pusat Layanan Autis Sulawesi Tenggara (Sultra) "

KENDARI, TELISIK.ID - Jumlah penyandang autisme dan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang terus bertambah dan biaya terapi yang sangat mahal merupakan latar belakang hadirnya Pusat Layanan Autis Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pusat Layanan Autis Sultra yang berlokasi di Jalan Kijang, Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, diresmikan pada 20 September 2014 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh.
Kepala Seksi Pelayanan Pusat Pelayanan Autis Sultra, Nur Rahmi, mengatakan bahwa Pusat Pelayanan Autis Sultra tidak hanya melayani anak yang mengalami autis, tetapi juga berbagai macam anak berkebutuhan khusus tanpa dipungut biaya alias gratis.
Baca Juga: Rupa Coffee Kendari: Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Tapi Juga untuk Tempat Bekerja
"Di sini itu bukan hanya penderita autis saja, akan tetapi ada juga speech delay (keterlambatan berbicara), ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) yaitu gangguan perkembangan saraf anak, dan ada juga down syndrome (kelainan genetik)," ujar Nur Rahmi, Senin (5/1/2025).
Tersedia berbagai layanan untuk anak berkebutuhan khusus, mulai dari pelayanan terapi autism dan ABK, konsultasi dan pemeriksaan kesehatan fisik, konsultasi gizi, konsultasi anak dan remaja, konsultasi keluarga, pemerikasaan psikologi (tes IQ, bakat dan minat) anak secara umum.
Pusat Pelayanan Autis Sultra juga mempunyai berbagai fasilitas, seperti ruang assessment anak, konseling, sensori integrasi, terapi perilaku ABA (applied behaviore analysis), ruang snoezenelen, ruang terapi bina diri, dan ruang training for parents.
Nur Rahmi juga menjelaskan, Pusat Pelayanan Autis Sultra memakai sistem waiting list (daftar tunggu). Per tahun 2025 kemarin jumlah waiting list mencapai 180-200 pasien dan jumlah pasien yang telah diterapi sebanyak 101 orang.
Untuk setiap pasien yang telah terdaftar di Pusat Pelayanan Autis Sultra memiliki kontrak selama dua tahun untuk menjalani proses terapi. Setelah masa kontraknya habis, akan masuk pasien selanjutnya untuk menjalani terapi yang sama.
Baca Juga: Jadwal KMP Nuku Rute Kendari-Langara 5-15 Januari 2026
“Jadi apapun kondisinya kalau sudah habis masa kontraknya dua tahun tidak bisa dilanjut lagi. Tetapi ada juga pasien yang hanya menjalani terapi 3-6 bulan langsung sembuh," jelas Nur Rahmi.
Di tempat ini juga tidak hanya anak berkebutuhan khusus yang diterapi, tetapi para orang tua mereka juga diberikan terapi kelompok. Orang tua diperkenalkan penyakit-penyakit anak berkebutuhan khusus, dijelaskan tentang penyakit dari anaknya.
"Karena mereka (orang tua) juga harus tau penyakit apa yang terjadi pada anaknya dan bagaimana cara mengatasinya. Untuk pematerinya kita ambil dari daerah Jawa yang memang expert (ahli) di bidang itu," beber Nur Rahmi. (C)
Penulis: Gede Suyana Sriski
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS