adplus-dvertising

Raker DPRD Sumut ke Daerah Toba Minim Sosialisasi ke Publik

Ones Lawolo, telisik indonesia
Rabu, 16 September 2020
1005 dilihat
Raker DPRD Sumut ke Daerah Toba Minim Sosialisasi ke Publik
Kantor DPRD Sumatera Utara. Foto: Ones Lawolo/Telisik

" Iya benar kami Raker di Kabupaten Toba untuk mengevaluasi kerja setahun dan sekalian tahun depan. Semua anggota DPRD yang 100 orang harus ikut Raker itu. "

MEDAN, TELISIK.ID - Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) melakukan rapat kerja (Raker) di tengah pandemi COVID-19 di Kecamatan Balige yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Toba, Rabu (16/9/2020).

Keberangkatan Anggota Dewan itu, tanpa ada sosialisasi kepada Publik. Meskipun, dugaan anggaran tertelan berkisar Rp 2,5 miliar yang diambil dari APBD Sumut. Rapat kerja itu juga dilakukan selama tiga hari berturut-turut di sebuah hotel berbintang empat di Kabupaten Toba.

Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskmi Gunting ketika dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, membenarkan keberangkatan seratus dewan itu untuk Raker di Kabupaten Toba.


Dia mengatakan, Raker yang setiap tahun dilakukan itu untuk mengevaluasi kerja tahunan dan perencanaan kerja tahun ke depannya. Dalam Raker itu, kata dia, semua anggota DPRD Sumut diharuskan ikut.

"Iya benar kami Raker di Kabupaten Toba untuk mengevaluasi kerja setahun dan sekalian tahun depan. Semua anggota DPRD yang 100 orang harus ikut Raker itu," kata Baskmi Ginting kepada Telisik.id.

Politisi PDIP itu juga menyebutkan, pada Raker anggota dewan itu langsung dibuka oleh Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah. Sementara OPD tidak dilibatkan karena Raker tersebut hanya khusus anggota dewan saja.

Baca juga: Sejumlah Pejabat Dirotasi, Bupati Bombana Minta Utamakan Pelayanan Prima

"OPD tidak ada yang ikut, langsung Pak Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah yang buka besok. Karena Raker ini hampir setiap tahun digelar," ujarnya.

Sedangkan alasan terkait Raker harus diadakan di daerah di tengah pandemi COVID-19 kata Baskmi Ginting, seluruh anggota dewan telah di-rapid test.

"Kita tetap mematuhi protokol kesehatan ke sana. Kita buat Raker ini ke daerah karena sudah ketentuan SPK-nya harus fokus agar jangan kemana-mana karena jamnya dari pagi sampai sore. Apalagi, waktunya sempit hanya tiga hari saja," ungkapnya.

Dia juga tidak mau membeberkan berapa anggaran yang digunakan pada Raker tersebut.

"Anggaran saya tidak tau itu. Kalau mau tau, ditanya saja ke Sekwan," ucapnya.

Sementara, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumut, Afifi Lubis ketika dikonfirmasi di ruangan kerjanya tidak berada di tempat. Telisik.id mencoba konfirmasi melalui telepon selulernya, namun tidak dijawab.

Reporter: Ones Lawolo

Editor: Kardin

Artikel Terkait
Baca Juga