adplus-dvertising

Rawan Tersandung Korupsi Dana Desa, KPK Ingatkan Kades di Jawa Timur

Try Wahyudi Ary Setyawan, telisik indonesia
Rabu, 14 September 2022
435 dilihat
Rawan Tersandung Korupsi Dana Desa, KPK Ingatkan Kades di Jawa Timur
Ketua KPK RI, Firli Bahuri (kiri) dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan), saat Bimtek 300 kepala desa di Jawa Timur. Foto: Ist.

" Sebanyak 300 kepala desa se-Jawa Timur hadir langsung dan virtual dalam sosialisasi dan Bimtek Desa Anti Korupsi yang diinisiasi oleh KPK RI di Surabaya "

SURABAYA, TELISIK.ID - Sebanyak 300 kepala desa se-Jawa Timur hadir langsung dan virtual dalam sosialisasi dan Bimtek Desa Anti Korupsi yang diinisiasi oleh KPK RI di Surabaya, Rabu (14/9/2022).

Ketua KPK RI, Firli Bahuri memgatakan, pihaknya kali ini datang dengan program Desa Anti Korupsi untuk membangun kecintaan kepada desa. Salah satu yang menjadi keprihatinan ialah data dari KPK RI mencatat sejak tahun 2015 hingga 2021, sebanyak 686 perangkat desa tersangkut kasus korupsi.

"Jangan sampai ada perangkat desa yang tersangkut korupsi. Karena dana desa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat desa. Jangan hanya menjadi penonton, tapi tidak melakukan apa-apa," jelasnya.


Sedangkan wgubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kekuatan dana desa di Jawa Timur begitu besar. Dana desa untuk 7.724 desa dari tahun 2015 hingga 2022 totalnya mencapai Rp 50,319 triliun.

Baca Juga: Pemerintah Buka 530.028 Kebutuhan ASN Nasional Tahun Ini

"Masyarakat desa berhak tahu dana desa yang mengalir ke desanya, peruntukannya jelas dan benar-benar dipergunakan untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat desa dan peningkatan sumber daya manusia di desa," ujar Khofifah.

Apalagi, lanjut Khofifah, Jawa Timur memiliki jumlah desa mandiri tertinggi secara nasional yakni berjumlah 1.490 desa atau sebanyak 23,88%.

Baca Juga: Ini Syarat dan Cara Ambil BLT BBM di Kantor Pos

"Maka perlu pengawasan yang memang melibatkan masyarakat, ini akan termotivasi dari terbentuknya percontohan desa antikorupsi," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, penurunan kemiskinan di Jawa Timur pada  y o y (year on year) tertinggi di Indonesia. Yakni sebanyak 391.400 jiwa dan memberi kontribusi sebesar 28,3?ri penurunan kemiskinan nasional.

"Tentu penguatan anti korupsi merupakan salah satu jalan agar angka kemiskinan semakin menurun, sehinga makin mengurangi pengangguran dan semua berjalan tanpa korupsi," tutup mantan Mensos ini. (B)

Penulis: Try Wahyudi Ari Setyawan

Editor: Kardin

Baca Juga