Rumah Hangus Terbakar, Pemuda Ini Hanya Bisa Pasrah

Haidir Ali, telisik indonesia
Jumat, 03 Juni 2022
0 dilihat
Rumah Hangus Terbakar, Pemuda Ini Hanya Bisa Pasrah
Korban kebakaran di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Nambo, hanya bisa pasrah menyaksikan rumahnya hangus terbakar. Foto: Ist.

" Pemuda 23 tahun itu hanya bisa pasrah melihat rumahnya ludes, rata dengan tanah "

KENDARI, TELISIK.ID - Pemuda 23 tahun itu hanya bisa pasrah melihat rumahnya ludes, rata dengan tanah. Baginya, yang terpenting adalah orang tua dan saudaranya-saudaranya selamat dari amukan si jago merah.

La Fea mengetahui rumahnya sudah hangus terbakar setelah pulang dari tempat kerjanya. Satu-satunya tempat berlindung dari panas dan hujan, kini tak ada lagi. Mereka sekeluarga kini terpaksa harus menumpang di rumah kerabat.

Rumah La Fea adalah satu dari 8 rumah yang menjadi korban kebakaran di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Kamis (2/6/2022) sekira pukul 16.30 Wita.

Ia mengatakan, tepat pukul 5 sore ia sampai di rumahnya sepulang dari kerja. Dilihatnya orang tua dan saudara-saudaranya hanya duduk sambil menangis meratapi rumah mereka yang sudah rata dengan tanah akibat kebakaran yang diduga disebabkan korsleting listrik di salah satu rumah warga yang juga merupakan korban kebakaran itu.

"Pas saya tiba dari Morosi saya lihat rumahku sudah rata dengan tanah dan kakakku menangis sambil berkata "tidak adami rumah". Saya tidak ada yang saya pikirkan selain orang tuaku terutama mamaku, kerena akhir-akhir ini sering sakit," ungkap La Fea pilu.

Tak ada barang-barang yang bisa diselamatkan. Hanya pakaian di badan yang tersisa. Namun tak ada yang bisa dilakukan selain menerima dengan lapang dada musibah yang menimpa keluarganya.

Baca Juga: Reses Ketua DPRD Sulawesi Tenggara Diselip Kampanye Calon Gubernur

"Ini saja baju yang saya pakai, pakaian ganti yang saya pakai di tempat kerja untuk salat. Yah mau diapa namanya juga cobaan dari Tuhan, saya dan keluarga hanya bisa berharap semoga semua ini ada hikmahnya dan bisa diberi kesabaran dan ketabahan jalani cobaan ini," ucap La Fea yang sesekali menyeka air mata yang menetes di pipinya.

Dengan segala keterbatasan ekonomi keluarganya saat ini, dia mengungkapkan bahwa bukan saja dirinya dan kedua orang tuanya yang tinggal di rumah berdinding papan tersebut. Ada juga dua saudaranya yang sudah berumah tangga dan memiliki anak.

"Di rumah ini kita tinggal 3 kepala keluarga, orang tuaku dan dua saudaraku yang sudah menikah. Selain itu ada sekitaran 10 orang yang berlindung dalam rumah ini," tuturnya.

Ayahnya, La Samuri, juga terlihat murung dan sedih dengan kejadian yang menimpa keluarganya. Lelaki 59 tahun itu mengatakan, meski tidak ada satupun barang berharga yang bisa diselamatkan, namun itu lebih baik karena seluruh keluarganya selamat.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Objek Wisata Outdoor Cocok Buat Keluarga Tercinta

"Kalau rumah, harta dan barang berharga lainnya bisa dicari lagi tapi lain ceritanya kalau sampai ada salah satu dari keluargaku yang menjadi korban," ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan terutama pakaian dan makanan. Dia juga sangat berharap agar rumahnya bisa terbangun kembali, karena mereka tidak mungkin bisa lebih lama menumpang di rumah keluarga.

"Kalau 1 sampai 2 hari bisa kita menginap di rumahnya keluarga yang juga tetangga di sini. Tapi tidak mungkin mau tinggal terus-menerus, apalagi kita banyak yang tinggal dalam satu rumah, makanya kita berharap bisa diperhatikan sama pemerintah," tutupnya. (A)

Penulis: Haidir Ali

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga