KENDARI, TELISIK.ID - Pemuda 23 tahun itu hanya bisa pasrah melihat rumahnya ludes, rata dengan tanah. Baginya, yang terpenting adalah orang tua dan saudaranya-saudaranya selamat dari amukan si jago merah.

La Fea mengetahui rumahnya sudah hangus terbakar setelah pulang dari tempat kerjanya. Satu-satunya tempat berlindung dari panas dan hujan, kini tak ada lagi. Mereka sekeluarga kini terpaksa harus menumpang di rumah kerabat.

Rumah La Fea adalah satu dari 8 rumah yang menjadi korban kebakaran di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Kamis (2/6/2022) sekira pukul 16.30 Wita.

Ia mengatakan, tepat pukul 5 sore ia sampai di rumahnya sepulang dari kerja. Dilihatnya orang tua dan saudara-saudaranya hanya duduk sambil menangis meratapi rumah mereka yang sudah rata dengan tanah akibat kebakaran yang diduga disebabkan korsleting listrik di salah satu rumah warga yang juga merupakan korban kebakaran itu.

"Pas saya tiba dari Morosi saya lihat rumahku sudah rata dengan tanah dan kakakku menangis sambil berkata "tidak adami rumah". Saya tidak ada yang saya pikirkan selain orang tuaku terutama mamaku, kerena akhir-akhir ini sering sakit," ungkap La Fea pilu.