MUNA, TELISIK.ID - Tak terasa usia pemerintahan LM Rusman Emba-Malik Ditu telah menapaki tiga tahun. Telah banyak pembangunan yang diletakan keduanya. Pelan tapi pasti, itulah gaya Bung Uman sapaan akrab Rusman dalam merumuskan kebijakan daerah yang pro pada rakyat. Intinya, Muna bangkit ketika dibangun dari hati.

Berangkat dengan seretnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), tak menyurutkan langkah RE (Rusman Emba) untuk membawa perubahan di Bumi Sowite. Terbukti tiga tahun berturut-turut meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Padahal, tahun pertama, Ia diperhadapkan untuk membayar utang pada Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang digunakan untuk pembangunan Rumah Sakit (RS) modern era pemerintahan sebelumnya. Alhasil dalam dua tahun anggaran utang plus bunganya sekitar Rp 126 miliar dilunasi.

Geliat pembangunan terus digelorakan. Banyak bangunan monumental yang telah dibangun dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Sebut saja, rumah adat dan mesjid Al Munajad. Belum lagi, bidang pariwisata dengan mengembangkan beberapa destinasi wisata antara lain, pantai Maleura, Gua Liangkabori serta beberapa puncak.

Bupati Muna, LM Rusman Emba menerima penghargaan inovasi desa. Foto: Istimewa

Kata RE, membangun Muna harus dengan hati. Bukan membawa kepentingan pribadi. Menurutnya, pembangunan yang ada saat ini baru sebagai dasar.