adplus-dvertising

Sasar Kalangan Pedagang, Jatim Tertinggi Peserta Vaksin COVID-19

Try Wahyudi Ary Setyawan, telisik indonesia
Minggu, 21 Maret 2021
1104 dilihat
Sasar Kalangan Pedagang, Jatim Tertinggi Peserta Vaksin COVID-19
Gubernur Khofifah saat meninjau pelaksanaan vaksinasi. Foto: Ist.

" Penjual di pasar-pasar tradisional interaksinya kan relatif terbuka, apalagi itu pasar sayur, dini hari sudah buka, maka itu juga menjadi prioritas dalam pemberian vaksinasi COVID-19. "

SURABAYA, TELISIK.ID - Provinsi Jawa Timur (Jatim) unggul dengan jumlah peserta vaksinasi COVID-19, yang mencapai angka 1.176.136 orang.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, angka pencapaian tersebut berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI pada 17 Maret 2021.

“Menyusul Jatim adalah Jawa Tengah dengan 1.020.588, dan Jawa Barat dengan 780.990. Sedangkan DKI Jakarta menempati posisi keempat dengan 781.716 peserta. Di posisi kelima ada Sumatera Barat dengan 199.664 peserta,” jelas wanita yang juga Ketum Muslimat NU ini saat ditemui di Surabaya, Minggu (21/3/2021).


Mantan Menteri Sosial ini mengatakan, provinsi lain yang masuk ke dalam 10 provinsi dengan capaian peserta vaksinasi tertinggi adalah Banten, Bali, dan Sulawesi Selatan dengan angka masing-masing mencapai 253.824, 158.064 dan 157.747.

“Dua posisi terakhir ditempati oleh Sumatera Selatan dengan total peserta 142.610-an, Yogyakarta dengan 149.506,” jelasnya.

Baca juga: Aduan Guru di DPRD Muna Tak Akan Merubah SK Mutasi

Kata Khofifah, saat ini di Jatim sudah mulai dilakukan penyuntikan vaksin sinovac yang diperuntukkan oleh pedagang.

"Penjual di pasar-pasar tradisional interaksinya kan relatif terbuka, apalagi itu pasar sayur, dini hari sudah buka, maka itu juga menjadi prioritas dalam pemberian vaksinasi COVID-19," kata Khofifah.

Selain memiliki risiko tinggi terpapar COVID-19, lanjut Khofifah, para pedagang pasar tradisional juga merupakan tulang punggung Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim.

Pedagang pasar tradisional ini diikutkan, karena juga selaras dengan arahan Presiden untuk prioritas vaksinasi pada penguatan dampak ekonomi.

"Backbone dari PDRB Jatim itu 56,94 persen itu dari UMKM, sehingga di dalamnya adalah pelaku-pelaku usaha yang ada di pasar. Arahan Pak Presiden juga adalah tolong juga diprioritaskan mereka yang langsung terkait dengan upaya memberikan dampak penguatan ekonomi," tandasnya. (B)

Reporter: Try wahyudi Ari Setyawan

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Baca Juga