SURABAYA, TELISIK.ID - Penggunaan rapid test baik antibody maupun antigen untuk kegiatan screening dan tracing di Jawa Timur (Jatim) telah tembus 1.005.807 test.

Dari jumlah tersebut, ditemukan 84.436 kasus yang reaktif dan ketika di follow up dengan menggunakan PCR ditemukan 15.247 kasus positif COVID-19.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, screening di Jawa Timur utamanya difokuskan pada lokasi yang berisiko tinggi maupun kontak erat pasien positif COVID-19.

“Operasi Yustisi yang sangat efektif meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan. Screening, tracing dan isolasi ini juga cukup efektif dilaksanakan di Jawa Timur,” jelasnya, Minggu (18/10/2020).

Meski saat ini ada tren yang menggembirakan dalam penurunan COVID-19, kata mantan Mensos ini, pihaknya terus mengingatkan masyarakat agar protokol kesehatan harus terus dipatuhi dan masyarakat tidak perlu takut untuk dilakukan screening.