WAKATOBI, TELISIK.ID - Masyarakat adat di kawasan Kadie Liya Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi akan kembali menggelar Festival Lalo’a.

Hanya saja, kali ini Festival Lalo’a bakal digelar secara virtual akibat masih dalam kondisi pandemi COVID-19.

Lalo’a adalah musim migrasi massal Ikan Baronang untuk bertelur. Migrasi ini berlangsung di Perairan Gosong Pasir Nokoi, Pantai Sambali, Pulau Kompona One, Kadie Liya, Wakatobi.

Peristiwa ini hanya berlangsung pada September-November setiap tahunnya dan juga hanya tanggal 9-11 kalender Hijriah. Musim ini melahirkan Tradisi Lalo’a, sebuah rangkaian proses adat oleh nelayan dalam menangkap ikan pada musim Lalo’a dan sambutan masyarakat atas datangnya musim istimewa ini.

Tradisi Lalo’a berupa proses berkhidmat di rumah nelayan, kemudian nelayan menuju laut dan menunggu dengan diam di atas alat tangkap sero yang ditancapkan ke laut. Saat ikan mulai masuk ke dalam sero, nelayan memiliki dua pilihan yaitu, ikan langsung ditangkap sore itu yang berarti ikan masih memiliki telur di dalam perutnya. Pilihan berikutnya, ikan ditangkap dini hari, setelah ke esokan harinya setelah melepaskan telur ke alam.