adplus-dvertising

Selama Pandemi, Kemensos Masuk Kementerian Paling Aktif

Rahmat Tunny, telisik indonesia
Kamis, 23 Juli 2020
1067 dilihat
Selama Pandemi, Kemensos Masuk Kementerian Paling Aktif
Juliari Batubara, Menteri Sosial. Foto: Repro Google.com

" Sebanyak 44,5% responden menyatakan pernah menerima bantuan yang berkaitan dengan COVID-19. Mayoritas bantuan yang diterima adalah berupa sembako (48,3%) dan ua?ng tunai (37,3%). "

JAKARTA, TELISIK.ID - Kementerian Sosial (Kemesos) masuk dalam tiga besar kementerian, atau lembaga tinggi negara yang paling aktif di masa pandemi atau pagebluk coronavirus disease 2019 COVID-19.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, menyampaikan, Kemensos berada di posisi ketiga dengan raihan 17,2?ri 2.000 orang responden. Menurutnya, pihaknya menanyakan kepada responden soal persepsi tentang kementerian atau lembaga tinggi negara manakah yang paling aktif atau berperan besar bagi masyarakat dalam masa pendemi COVID-19 ini.

Responden bebas menyebut kementerian atau lembaga yang dinilainya sangat aktif di masa pandemi ini. ?Hasilnya, Kemensos masuk di 3 besar setelah BNPB 17,2?n Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 33,1%.


?Kemensos masuk dalam 3 besar yang diingat publik dalam hal ini responden, karena sesuai hasil survei ini menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 membuat mayoritas masyarakat yakni 83,4% pemasukan atau pendapatannya berkurang.

Untuk mengatasinya, pemerintah pun memberikan bantuan sosial (Bansos), salah satunya melalui Kemensos mulai dari sembako, uang tunai, masker, alat pelindung diri (APD), dan berbagai bantuan lainnya.

Baca juga: Ketua PSSI: Liga Indonesia Bergulir Kembali

"Sebanyak 44,5% responden menyatakan pernah menerima bantuan yang berkaitan dengan COVID-19. Mayoritas bantuan yang diterima adalah berupa sembako (48,3%) dan ua?ng tunai (37,3%)," kata Yunarto kepada Telisik.id lewat pesan email di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Sesuai jawaban responden, bansos yang paling banyak ?diterima adalah yang digelontorkan oleh pemerintah pusat sebagaimana disebut 15,8% responden. Menurut responden, bantuan sosial berupa bantuan sosial tunai (BST) dari Kemensos menduduki peringkat kedua. Ini disampaikan oleh 12,1% responden.

Sedangkan untuk tingkat transparansi bansos dari pemerintah, responden penerima BST dari Kemensos mayoritas menjawab sudah transparan, yakni 45,5?ri 242 orang responden.

"Mayoritas responden yang menerima BST dari Kementerian Sosial, menyatakan pemberian BST sudah tepat sasaran (45,5%)," ujarnya.

Hampir linier dengan kementerian atau lembaga yang dingat publik, Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara pun bercokol di 4 besar menteri atau pimpinan lembaga tinggi negara paling terlihat dan atau terdengar di masa pandemi COVID-19 ini.

Baca juga: FPAN DPR-RI Tantang Erick Tohir Buktikan Progres Pemulihan Ekonomi Nasional

Juliari Batubara mendapat 4,3% suara responden setelah Menkes Terawan Agus Putranto 18,6%, Menkeu Sri Mulyani 13,7%,dan Kepala Tim Gugus Tugas (BNPB) Doni Munardo 8,2%.

Potikus PKS, Nasir Djamil, salah ?satu penanggap survei ini, menyampaikan, bansos sangat membantu masyarakat terdampak COVID-19. Ia pun meminta pemerintah, dalam hal ini kementerian terkait agar mempercepat penyaluran BLT. "BLT itu harus segera dipercepat sehingga daya beli masyrakat lebih baik," ucap Nasir.

Senada dengan Nasir Djamil, politikus? PDIP, Aria Bima, yang juga penanggap survei, menyampaikan, bansos berupa BST sangat baik sehingga arus uang di masyarakat mendorong daya beli.

"Arus uang itu harus tumpah ke bawah. Jadi kalau 43,2 juta kelurga terdampak, itu hampir 60?ri penduduk Indonesia. Ini sarankan, jangan hanya terbatas pada penduduk miskin atau rentan. Satpam, sopir yang kemarin tidak masuk dalam praker miskin, sekarang ini menjadi keluarga yang harus mendapatkan subsidi. Ini terkait kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat. Saya mengapresiasi pemerintah mengembangkan jaring pengaman sosial," katanya.

Charta Politika Indonesia melakukan survei ini dengan cara mewawancarai sebanyak 2.000 orang responden berusia minimal 17 tahun melalui sambungan telepon, menggunakan simple random sampling, margin of error 1,19%, dan quality control 20?ri total sampel. Survei dilakukan pada 6-1 Juli 2020.

Reporter: Rahmat Tunny

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga