adplus-dvertising

Sidak, Pemda Muna Barat Temukan Agen Minyak dan Solar Masih Gunakan Takaran Liter

Putri Wulandari, telisik indonesia
Kamis, 22 September 2022
297 dilihat
Sidak, Pemda Muna Barat Temukan Agen Minyak dan Solar Masih Gunakan Takaran Liter
Sidak Pj Bupati Muna Barat pada APMS Desa Tondasi, Kecamatan Tiworo Utara, ditemukan pengusaha gunakan cara konvensial atau takaran menggunakan liter. Foto: Ist.

" Lakukan inspeksi dadakan (Sidak) pada salah satu Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) tepatnya di Desa Tondasi, Kecamatan Tiworo Utara, Pj Bupati temukan pengusaha gunakan cara konvensial "

MUNA BARAT, TELISIK.ID - Lakukan inspeksi dadakan (Sidak) pada salah satu Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) tepatnya di Desa Tondasi, Kecamatan Tiworo Utara, Pj Bupati temukan pengusaha gunakan cara konvensial.

Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat, Bahri mengatakan, Sidak itu dilakukan setelah ia mendengar laporan dari masyarakat jika APMS memakai cara konvensial, di mana pengusaha itu masih gunakan takaran liter.

Ia menyebut yang terjadi di lapangan, masyarakat membeli sebanyak 20 liter, tetapi yang didapat masyarakat hanya 18 liter.


"Ini sangat merugikan masyarakat kita, hak-hak mereka tidak terpenuhi dan melanggar perundang-undangan," tuturnya, Kamis (22/9/2022).

Baca Juga: Seharian Dilanda Hujan, 3 Desa Bombana Terendam Banjir

Maka harapannya agar para pengusaha dalam menyalurkan BBM bersubsidi harus sesuai mekanisme yang ada, dengan beralih ke sistem tera atau nosel.

"Saya minta waktu dua bulan, kalau tidak diindahkan, maka APMS ini terpaksa kami tutup,” tegas Bahri.

Bahri menyebut, dalam mengontrol serta memastikan pengawasan, pihaknya akan dibantu oleh Danramil Tiworo Kepulauan, Polsek Tiworo Tengah serta masyarakat, sehingga dengan cara ini dapat menekan dan mengendalikan inflasi akibat kenaikan BBM.

Baca Juga: Pasien Rujukan Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Ambulance yang Ditumpangi Tertabrak

Sementara itu, agen BBM Desa Tondasi, Aras mengakui, selama ini pihaknya menjual BBM dalam kondisi masih berbusa, di mana setiap masyarakat nelayan mendapat jatah 5-10 liter. Dikatakannya dalam sebulan BBM yang masuk sebanyak 80 liter perhari.

"Saya menjual sejak 2004, 80 liter dalam sehari langsung habis, sebab kita layani beberapa desa, tiap pembongkaran kita tentukan perdesa," ungkapnya.

Kemudian Basri, salah seorang yang terlibat mengaku, akan mengindahkan jangka waktu yang diberikan pemerintah, ia berjanji mengupayakan menjual BBM dengan nosel atau sistem yang sudah tertera.

"Saya upayakan dalam waktu 1 bulan ini," ucapnya. (A)

Penulis: Putri Wulandari

Editor: Kardin

Baca Juga