Simak Tujuan Pemasangan Ring Jantung dan Risikonya

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Senin, 25 Maret 2024
0 dilihat
Simak Tujuan Pemasangan Ring Jantung dan Risikonya
Pemasangan ring jantung menjadi salah satu pilihan pengobatan untuk penyakit jantung. Foto: Repro alodokter.com

" Salah satu tujuan pemasangan ring jantung yang paling umum adalah untuk mengatasi penumpukan plak lemak yang terjadi di pembuluh darah jantung "

KENDARI, TELISIK.ID - Belakangan ini isu pemasangan ring jantung menjadi pembicara di media sosial, mengingat baru-baru ini aktor Donny Kesuma yang sempat menjalani perawatan penyakit jantung hingga pasang ring, meninggal dunia.

Dikutip dari Suara.com - jaringan Telisik id, Donny Kesuma menghembuskan nafas terakhir akibat penyakit jantung yang telah diidap sejak 2015 lalu. Sebelum meninggal, aktor 55 tahun itu sudah dirawat di rumah sakit daerah Bekasi, Jawa Barat, sejak 16 Maret 2024 karena kondisi kesehatannya menurun.

Anaknya Ghassaan Indira juga mengatakan kalau ayahnya telah menjalani perawatan penyakit jantung hingga pasang ring sejak lama.

Sejak dipasang ring, Donny Kesuma pun beberapa kali mengalami gejala, termasuk mudah lelah. Alhasil, dia tidak bisa melakukan aktivitas terlalu berat, termasuk berolahraga. Padahal, semasa hidupnya, Donny Kesuma juga dikenal sebagai atlet softball hingga meraih juara Sea Games 1997.

Lantas, bagaimana penjelasan tentang memasang ring jantung, apa tujuan dan risikonya?

Melansir halodoc.com, salah satu tujuan pemasangan ring jantung yang paling umum adalah untuk mengatasi penumpukan plak lemak yang terjadi di pembuluh darah jantung.

Baca Juga: Waspada, Ini 6 Gejala Awal Penyakit TBC

Penumpukan plak lemak ini merupakan jenis penyakit jantung yang dikenal sebagai aterosklerosis.

Diketahui, aterosklerosis adalah masalah kesehatan yang cukup umum yang terkait dengan penuaan. Seiring bertambahnya usia, lemak, kolesterol, dan kalsium bisa berkumpul di arteri dan membentuk plak. Penumpukan plak membuat darah sulit mengalir melalui arteri. Penumpukan ini bisa terjadi di arteri mana pun dalam tubuh, termasuk jantung, kaki, dan ginjal.

Ketika plak mempengaruhi arteri koroner, kondisi itu dikenal juga sebagai penyakit jantung koroner yang merupakan kondisi kesehatan yang serius. Penumpukan plak di arteri sangat membahayakan kesehatan, karena arteri koroner memasok jantung dengan darah segar beroksigen.

Tanpa pasokan darah yang cukup, jantung tidak bisa berfungsi. Bila tidak segera mendapatkan perawatan, orang dengan penyakit jantung koroner berisiko tinggi mengalami komplikasi, seperti serangan jantung dan stroke.

Bila arteri berisiko kolaps atau mengalami penyumbatan lagi, dokter akan menyarankan untuk pasang ring jantung agar tetap terbuka. Prosedur pemasangan ring ke dalam arteri dikenal sebagai angioplasty dengan stent.

Pada awalnya, dokter akan memasukkan kateter ke dalam arteri. Kateter memiliki balon kecil dengan ring di sekelilingnya di salah satu ujungnya.

Saat kateter mencapai titik sumbatan dokter akan mengembangkan balon. Saat balon mengembang, ring juga ikut mengembang dan terkunci pada tempatnya. Dokter kemudian akan melepas kateter dan membiarkan ring di tempatnya untuk menahan agar arteri tetap terbuka.

Selain itu, dokter juga bisa pasang ring jantung di beberapa titik, di antaranya adalah pembuluh darah di otak atau aorta yang berisiko mengalami aneurisma, bronkus di paru-paru yang berisiko kolaps.

Kemudian Ureter yang membawa urine dari ginjal ke kandung kemih, serta di saluran empedu yang membawa empedu ke organ pencernaan dan sebaliknya.

Baca Juga: Ini 8 Manfaat Sedekah Secara Emosional dan Psikologis

Setiap prosedur bedah memiliki risiko, termasuk pemasangan ring jantung. Berikut adalah risiko kecil komplikasi yang bisa terjadi akibat pemasangan ring jantung:

- Perdarahan dari tempat pemasangan kateter.

- Infeksi.

- Reaksi alergi.

- Kerusakan pada arteri saat memasukkan kateter.

- Kerusakan ginjal.

- Detak jantung tidak teratur.

Nah, itulah penjelasan tentang pemasangan ring jantung. Semoga bermanfaat. (C)

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Artikel Terkait
Baca Juga