adplus-dvertising

Sirkuit Mandalika Lombok Disoroti Media Eropa, Aspal Bahayakan Rider MotoGP

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Selasa, 15 Februari 2022
481 dilihat
Sirkuit Mandalika Lombok Disoroti Media Eropa, Aspal Bahayakan Rider MotoGP
Tes pramusim di Sirkuit Mandalika disoroti media Eropa. Foto: Repro Okezone

" Sirkuit Mandalika menuai beragam respons pembalap "

LOMBOK, TELISIK. ID - Sirkuit Mandalika memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan setelah menggelar tes pramusim MotoGP 2022.

Tes pramusim MotoGP Mandalika 2022 telah dilangsungkan pada 11-13 Februari 2022. Jutaan pasang mata publik hingga pebalap MotoGP memberikan sorotan besar kepada Sirkuit Mandalika yang terletak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat ini.

Sirkuit Mandalika menuai beragam respons pembalap. Sebagian besar tidak membantah Mandalika memilik pemandangan indah, tetapi sejumlah pembalap juga mengkritik trek yang kotor dan bagian aspal yang terkelupas.


Pembalap Ducati Francesco Bagnaia mengkritik aspal Sirkuit Mandalika yang kerap terkena lemparan kerikil dari aspal.

"Kemarin kami berbicara dengan Komisi Keselamatan tentang kondisi lintasan. Sepeda motor akan membersihkannya, tetapi masalah sebenarnya adalah batunya," ujar Bagnaia dikutip dari Cnnindonesia.com.

"Jika dalam balapan Anda mulai di depan semua orang, Anda yakin tidak ada yang akan mendekati Anda dengan semua kerikil yang Anda angkat," ucap Bagnaia menambahkan.

Masalah kerikil itu, menurut Bagnaia, bisa jadi persoalan serius ketika pembalap tengah 'mengerubung' atau saling berdekatan satu sama lain.

"Tapi saya tidak berani membayangkan situasi pembalap yang berada di tengah kelompok, dengan semua batu itu dan [hanya] satu lintasan yang bersih, itu akan berbahaya," tutur runner up MotoGP 2021 itu.

"Juga, jika salah satu batu itu mengenai radiator, itu akan merusaknya. Mereka meyakinkan kami bahwa mereka akan menyelesaikan situasi untuk MotoGP Mandalika," kata Bagnaia melanjutkan.

Juara dunia MotoGP 2021, Fabio Quartararo, merupakan salah satu pebalap yang juga mengutarakan keluhan ini.  

"Saya membalap di belakang Franco (Morbidelli) dan menerima banyak kerikil," tutur Fabio Quartararo dikutip dari Kompas.com

"Setelah beberapa saat, leher saya mulai sakit. Bayangkan jika ada 3-4 pebalap di depan dengan jumlah lap yang banyak," ucap rider Monster Energy Yamaha itu.

Selain itu, Fabio Quartararo juga menilai lapisan aspal semakin berkurang selama tiga hari tes pramusim di Sirkuit Mandalika.

Adapun pebalap Aprilia Aleix Espargaro menilai lintasan di Sirkuit Mandalika belum siap karena kondisi yang kotor.

"Treknya belum siap, Anda tidak bisa mengemudi dengan benar di awal, itu sangat berbahaya. Kami terbiasa dengan trek berdebu. Situasi serupa terjadi di Sirkuit Losail, Doha," kata Aleix Espargaro dikutip dari Speedweek.com. 

"Di lintasan Losail, kami selalu menemukan banyak pasir pada hari pertama. Lalu, setelah beberapa putaran, tidak apa-apa," imbuhnya. 

"Akan tetapi, hari ini (hari pertama), di Mandalika, itu buruk. Permukaannya tidak bisa dilewati dan sangat berbahaya, tidak cukup aman," ujar Espargaro.

Sementara itu,  media Inggris The Race menulis bahwa lintasan Sirkuit Mandalika yang kotor bisa berdampak lebih buruk.

Baca Juga: Dapat Pujian, MotoGP Sebut Mandalika Sirkuit Tercantik di Dunia

Sebab, lontaran batu-batu kerikil bisa terlihat sepenuhnya jika lintasan digunakan secara massal pada ajang balap sesungguhnya di Moto3, Moto2, hingga MotoGP, terlebih, ketika deretan pebalap memacu motornya seusai start dimulai.

Sementara itu, jurnalis The Race Simon Patterson menuliskan bahwa trek di Sirkuit Mandalika tidak sesuai dengan spesifikasi.

Media tersebut menulis demikian setelah berbicara dengan sumber di paddock. Dituliskan bahwa komposisi batu yang direkomendasikan konsultan tak dipakai di lintasan Sirkuit Mandalika.

Alih-alih memakai materi yang direkomendasikan, lintasan Sirkuit Mandalika malah memakai batu yang ditambang secara lokal.

Alhasil, jenis batu yang dipakai itu tidak menempel dengan benar di aspal. Oleh karena itu, motor yang berkecepatan 354 km/jam cukup membuat batu terhempas dan membahayakan rider di belakang.

Situasi ini berbeda saat Sirkuit Mandalika menggelar seri terakhir WSBK 2021. Saat itu, tidak ada masalah dengan kondisi aspal karena motor WSBK memiliki power yang lebih rendah dan cuaca tengah hujan sehingga suhu lintasan turun.

Menurut sumber The Race itu, satu-satunya solusi untuk mengatasi hal itu adalah melakukan pengaspalan ulang dari start hingga finish, dengan menggunakan spesifikasi material yang benar. 

Baca Juga: Marc Marquez Tidak Suka Tikungan Dua di Sirkuit Mandalika, Ini Alasannya

Namun, The Race menilai bahwa perbaikan trek secara menyeluruh akan sulit diselesaikan tepat waktu, sebelum MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika pada 18-20 Maret 2022.

Hal tersebut mengingat material dan alat-alat khusus berada di luar Lombok. Di sisi lain, Carlos Ezpeleta selaku Chief Sporting Officer Dorna Sports menilai kondisi trek Sirkuit Mandalika yang masih kotor bukan permasalahan besar.

Carlos Ezpeleta menganggap kondisi trek Sirkuit Mandalika seiring berjalannya waktu terus membaik. Hal itu dibuktikan dengan waktu lap para pebalap. 

"Kondisi secara keseluruhan sangat baik. Terkait kondisi trek Sirkuit Mandalika (kotor), itu bukan masalah besar. Hal itu mudah ditangani," kata Carlos Ezpeleta. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga