KENDARI, TELISIK.ID - Angkutan kota (angkot) di Kota Kendari terancam punah meski dulunya menjadi transportasi andalan masyarakat setempat ketika hendak berpergian di dalam kota.

Angkot yang disebut pete-pete ini, dulunya paling diminati mayoritas mahasiswa, karena selain ongkosnya yang murah juga dilengkapi dengan beragam musik kekinian.

Fandi (28), sopir angkot di Kendari, mengaku sudah delapan tahun menjalani pekerjaannya. Dia mengatakan bahwa penghasilan sopir menurun drastis setelah ada transportasi umum berbasis online.

"Dulu awal-awal saya masuk jadi sopir, masih rame penumpang, 2018 kayanya itu, belum ada Maxim mobil yang masuk kampus, kita masih bisa bawa pulang uang Rp 200 ribuan per hari," tuturnya, sambil menunggu penumpang di depan kampus Universitas Halu Oleo (UHO), Sabtu (3/5/2025).

Baca Juga: BRI Cabang Kendari By Pass Libatkan Damkar Amankan Aset Perusahaan dan Uang Nasabah