Subsidi Listrik dan BBM Masuk RAPBN 2027 Tembus Rp 272 Triliun
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Sabtu, 15 Agustus 2026
0 dilihat
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, saat menghadiri agenda kenegaraan di Kompleks Parlemen, Jakarta. Foto: Instagram@menkeuri
" Pemerintah menyiapkan Rp 272,95 triliun subsidi energi dalam RAPBN 2027 untuk menjaga keterjangkauan harga BBM dan listrik bagi masyarakat Indonesia "

JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah menyiapkan Rp 272,95 triliun subsidi energi dalam RAPBN 2027 untuk menjaga keterjangkauan harga BBM dan listrik bagi masyarakat Indonesia.
Anggaran subsidi energi tersebut menjadi bagian dari anggaran perlindungan sosial dalam RAPBN 2027 yang secara keseluruhan mencapai Rp 549,9 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, alokasi subsidi energi pada 2027 meningkat dibandingkan pagu yang ditetapkan dalam APBN 2026.
"Subsidi energi tahun depan itu mencapai Rp 272,95 triliun," ujar Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (15/8/2026).
Dalam RAPBN 2027, anggaran Rp 272,95 triliun tersebut dialokasikan untuk menjaga keterjangkauan harga energi, termasuk BBM dan listrik yang digunakan masyarakat.
Baca Juga: Daftar 10 Perusahaan Indonesia dengan Jumlah Karyawan Paling Jumbo 2026
Nilai tersebut meningkat cukup besar dibandingkan alokasi subsidi energi dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 210,1 triliun.
Dengan demikian, terdapat kenaikan alokasi sekitar Rp 62,85 triliun dari anggaran subsidi energi tahun 2026 ke RAPBN 2027.
Meski demikian, angka Rp 272,95 triliun tersebut belum mencakup kompensasi energi yang dapat diberikan pemerintah apabila terjadi gejolak harga energi.
Kompensasi menjadi komponen berbeda dalam belanja energi pemerintah. Besarannya dapat berubah bergantung pada kondisi harga dan kebijakan yang ditetapkan pemerintah.
Realisasi Subsidi dan Kompensasi Energi 2026
Sementara itu, realisasi anggaran subsidi dan kompensasi energi hingga semester I 2026 telah mencapai Rp 233 triliun.
Realisasi tersebut setara sekitar 52,1 persen dari total pagu anggaran subsidi dan kompensasi energi selama satu tahun.
Dari jumlah tersebut, subsidi energi murni tercatat sebesar Rp 116 triliun. Pemerintah juga telah mengeluarkan anggaran kompensasi energi sebesar Rp 116,9 triliun.
Artinya, belanja subsidi dan kompensasi energi sepanjang semester pertama 2026 telah mencapai lebih dari separuh pagu yang tersedia dalam satu tahun anggaran.
Besarnya realisasi tersebut menjadi salah satu gambaran kebutuhan anggaran energi pemerintah dalam menjaga harga energi tetap terjangkau bagi masyarakat.
Untuk 2027, pemerintah kemudian menempatkan alokasi subsidi energi sebesar Rp 272,95 triliun dalam rancangan anggaran yang diajukan melalui RAPBN.
Kenaikan dari Rp 210,1 triliun pada APBN 2026 menjadi Rp 272,95 triliun pada RAPBN 2027 membuat alokasi subsidi energi bertambah Rp 62,85 triliun.
Baca Juga: Mendikdasmen Beri Kabar Baik Guru PPPK Paruh Waktu, Diberi Akses Penuh Tes PNS
Namun, pemerintah masih harus memperhitungkan kemungkinan kebutuhan kompensasi energi di luar angka tersebut apabila terjadi perubahan harga energi yang signifikan.
Purbaya sebelumnya menjelaskan sejumlah kebijakan fiskal pemerintah dalam penyusunan RAPBN 2027. Subsidi energi menjadi salah satu pos yang dialokasikan untuk menjaga keterjangkauan harga BBM dan listrik.
Secara keseluruhan, anggaran perlindungan sosial dalam RAPBN 2027 mencapai Rp 549,9 triliun. Subsidi energi menjadi salah satu komponen yang masuk dalam alokasi tersebut.
RAPBN 2027 selanjutnya masih akan dibahas bersama DPR sebelum ditetapkan menjadi APBN 2027. Besaran anggaran subsidi energi tersebut dapat berubah sesuai hasil pembahasan pemerintah dan DPR. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS