Harta Karun Emas Indonesia Terungkap, Disebut Lebih Besar dari Freeport

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Jumat, 14 Agustus 2026
0 dilihat
Harta Karun Emas Indonesia Terungkap, Disebut Lebih Besar dari Freeport
Bongkahan emas berkilau di antara bebatuan, menggambarkan potensi harta karun mineral Indonesia. Foto: Repro Kompas

" Indonesia masih menyimpan potensi cadangan emas yang besar dan tersebar di berbagai wilayah "

JAKARTA, TELISIK.ID - Indonesia masih menyimpan potensi cadangan emas yang besar dan tersebar di berbagai wilayah.

Salah satunya berada di Nusa Tenggara Barat dan disebut berpotensi melampaui cadangan emas milik PT Freeport Indonesia di Papua Tengah.

Potensi tersebut berasal dari proyek tambang yang dikelola PT Sumbawa Timur Mining atau STM di Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Perusahaan hingga kini masih melakukan kegiatan eksplorasi untuk menemukan dan mengembangkan sumber daya mineral di wilayah tersebut.

Chairman Indonesian Mining Institute atau IMI, Irwandy Arif, mengungkapkan potensi cadangan emas di wilayah tersebut dalam acara Mindialogue 2026 bertema “Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” di Jakarta, Rabu 12 Agustus 2026.

Menurut Irwandy, potensi sumber daya mineral di Nusa Tenggara Barat masih sangat besar. Bahkan, cadangan yang tengah dieksplorasi STM di Proyek Hu'u disebut berpotensi lebih besar dibandingkan cadangan milik Freeport.

"Potensinya masih banyak sekali. Di Nusa Tenggara Barat. Yang kita kenal dengan Sumbawa Timur Mining. Bisa-bisa cadangannya melebihi cadangan Freeport. Dan di jalur itu juga sama. Kita sudah bisa mengidentifikasi padahal dulu itu, jalurnya sudah ketahuan," ungkap Irwandy dalam acara tersebut, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (14/8/2026).

PT Sumbawa Timur Mining merupakan pemegang Kontrak Karya generasi ketujuh yang ditandatangani Pemerintah Indonesia pada 19 Februari 1998. Perusahaan tersebut hingga kini masih melakukan eksplorasi di tambang Onto, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu.

Baca Juga: Bos BKN Buka Data Ribuan ASN 2026 Mengundurkan Diri, Ramai Pindah dari PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu

Dengan Kontrak Karya yang telah dipegang sejak 1998, STM telah menjalankan kegiatan eksplorasi selama sekitar 28 tahun untuk menemukan dan mengembangkan potensi sumber daya mineral di wilayah tersebut.

Proyek Hu'u menjadi salah satu wilayah eksplorasi yang mendapat perhatian karena memiliki sumber daya mineral berupa tembaga dan emas dalam jumlah besar.

Presiden Direktur STM Bede Evans sebelumnya menjelaskan bahwa potensi sumber daya mineral Onto merupakan bagian dari Proyek Hu'u. STM saat ini masih mengembangkan berbagai opsi untuk menentukan pengembangan proyek tersebut pada masa mendatang.

"Saat ini tim engineering kami terus mengembangkan berbagai opsi bagaimana Proyek Hu'u ke depannya dapat dikembangkan menjadi sebuah proyek penambangan," ujar Bede Evans.

Berdasarkan data perusahaan dalam pengumuman publik terakhir pada 2022, sumber daya mineral tertunjuk di deposit Onto tercatat mencapai 1,1 miliar ton. Kita Dalam sumber daya mineral tertunjuk tersebut, setiap ton material mengandung sekitar 0,93 persen tembaga atau Cu dan 0,56 gram emas atau Au.

Selain itu, sumber daya mineral tereka tercatat mencapai 0,96 miliar ton. Setiap ton material tersebut mengandung sekitar 0,87 persen tembaga dan 0,44 gram emas.

Data tersebut menggambarkan besarnya potensi sumber daya mineral yang terdapat di kawasan Proyek Hu'u. Namun, wilayah tersebut masih berada dalam tahap eksplorasi dan pengembangan sehingga belum seluruh potensi tersebut menjadi cadangan tambang yang siap diproduksi.

Kegiatan eksplorasi di Proyek Hu'u sendiri telah berlangsung sejak 2010. Berdasarkan data yang disampaikan perusahaan, kegiatan eksplorasi tersebut setidaknya telah menghabiskan biaya sekitar US$ 200 juta hingga 2021.

Dari sisi kepemilikan, mayoritas saham STM dimiliki Vale S.A. sebesar 80 persen melalui Eastern Star Resources Pty Ltd. Sementara 20 persen sisanya dimiliki PT Aneka Tambang Tbk atau Antam.

Potensi sumber daya mineral di Dompu menjadi salah satu bagian dari gambaran bahwa Indonesia masih memiliki wilayah yang berpotensi menyimpan komoditas mineral bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga: Heboh Klaim Barang Pribadi Kena Pajak 2027, Begini Faktanya

Irwandy menilai kegiatan eksplorasi masih diperlukan untuk mengetahui secara lebih mendalam potensi sumber daya mineral yang terdapat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan Nusa Tenggara Barat.

Selain Proyek Hu'u di Dompu, Indonesia juga memiliki sejumlah wilayah lain yang menyimpan potensi emas dan mineral. Eksplorasi menjadi tahapan penting untuk mengetahui karakteristik, jumlah, serta kelayakan sumber daya mineral sebelum dikembangkan menjadi kegiatan pertambangan.

Dengan potensi sumber daya mineral Onto yang mencapai miliaran ton, Proyek Hu'u menjadi salah satu proyek eksplorasi mineral yang masih terus dikembangkan. STM hingga kini masih melakukan kajian dan pengembangan untuk menentukan opsi pengembangan proyek tersebut menjadi kegiatan penambangan.

Klaim mengenai potensi cadangan emas yang dapat melampaui Freeport disampaikan oleh Chairman IMI Irwandy Arif dalam forum Mindialogue 2026. Sementara itu, data perusahaan yang tersedia hingga 2022 menunjukkan angka sumber daya mineral Onto berupa kandungan tembaga dan emas, bukan angka produksi tambang. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga