Suplai 2026 Tembus 576,2 Ribu Barel, Berikut Deretan Raja Minyak Terbaru RI
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Jumat, 05 Juni 2026
0 dilihat
Produksi minyak nasional mencapai 576,2 ribu barel per hari, PHR masih memimpin nasional. Foto: Repro Antara
" Produksi minyak, kondensat, dan natural gas liquids (NGL) nasional hingga akhir Mei 2026 mencapai 576,2 ribu barel per hari "

JAKARTA, TELISIK.ID - Produksi minyak, kondensat, dan natural gas liquids (NGL) nasional hingga akhir Mei 2026 mencapai 576,2 ribu barel per hari. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) masih menjadi produsen terbesar, disusul ExxonMobil Cepu Ltd di posisi kedua.
Data tersebut disampaikan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dalam paparan realisasi kinerja sektor hulu migas per 31 Mei 2026.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menjelaskan realisasi produksi minyak, kondensat, dan NGL nasional saat ini mencapai 576,2 ribu barel per hari (bph). Angka tersebut terdiri atas produksi minyak sebesar 491,3 ribu bph, kondensat 55,8 ribu bph, serta NGL sebesar 29,1 ribu bph.
Menurut Djoko, capaian tersebut menjadi dasar proyeksi produksi minyak nasional hingga akhir tahun. SKK Migas memperkirakan lifting minyak dapat berada pada kisaran 600 ribu hingga 610 ribu barel per hari pada 2026.
"Untuk lifting minyak, untuk 2026, saat ini realisasinya 576 ribu bopd (barrels oil per day/bph). Outlook sampai akhir tahun sekitar 600-610 ribu bopd. Untuk 2027 sekitar 602-615 ribu bopd," ujar Djoko dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (5/6/2026).
Berdasarkan data SKK Migas, PT Pertamina Hulu Rokan yang mengelola Blok Rokan di Riau masih menjadi penyumbang produksi terbesar secara nasional. Hingga 31 Mei 2026, perusahaan tersebut mencatat realisasi produksi sebesar 131.040 barel per hari.
Baca Juga: Pasar Minyak Global Masuk Zona Merah hingga Krisis Energi Awal Juli 2026, Begini Penjelasannya
Posisi kedua ditempati ExxonMobil Cepu Ltd sebagai operator Blok Cepu di Bojonegoro dengan produksi mencapai 129.915 barel per hari. Selisih produksi kedua perusahaan tersebut relatif tipis, menjadikan keduanya sebagai penopang utama produksi minyak nasional.
Secara keseluruhan, realisasi produksi minyak, kondensat, dan NGL nasional mencapai 576.133 barel per hari atau setara 94,4 persen dari target APBN 2026 yang ditetapkan sebesar 610 ribu barel per hari.
Berikut 20 KKKS produsen minyak, kondensat, dan NGL terbesar nasional per 31 Mei 2026:
1. PT Pertamina Hulu Rokan: 131.040 bopd.
2. ExxonMobil Cepu Ltd: 129.915 bopd.
3. PT Pertamina EP: 73.983 bopd.
4. PT Pertamina Hulu Mahakam: 25.575 bopd.
5. PT Pertamina Hulu Energi ONWJ: 26.473 bopd.
6. PetroChina International Jabung Ltd: 27.478 bopd.
7. Medco E&P Natuna Ltd: 24.023 bopd.
8. PT Pertamina Hulu Energi OSES: 18.036 bopd.
9. PT Pertamina Hulu Sanga Sanga: 14.957 bopd.
10. JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi: 9.291 bopd.
11. PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur: 8.543 bopd.
12. Saka Indonesia Pangkah Ltd: 8.754 bopd.
13. PT Bumi Siak Pusako: 7.352 bopd.
14. BP Berau Ltd: 7.076 bopd.
15. PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang: 5.303 bopd.
16. Texcal Energy Mahato Inc.: 4.997 bopd.
17. PC Ketapang II Ltd: 4.833 bopd.
18. PT Imbang Tata Alam: 4.654 bopd.
19. PT Medco E&P Rimau: 4.039 bopd.
20. Petrogas (Basin) Ltd: 4.203 bopd.
Baca Juga: Kejagung RI Lelang Minyak Mentah dari Tanker Sitaan Iran, Dilepas Hampir Rp 1 Triliun
Selain 20 KKKS terbesar tersebut, kelompok kontraktor lainnya turut menyumbang produksi sebesar 35.606 barel per hari hingga akhir Mei 2026.
SKK Migas menilai capaian produksi saat ini masih menjadi modal penting untuk menjaga target lifting minyak nasional. Sejumlah lapangan migas utama, terutama Blok Rokan dan Blok Cepu, tetap menjadi kontributor terbesar dalam menopang produksi energi nasional sepanjang tahun berjalan. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS