adplus-dvertising

Tak Mau Repotkan Orang, Kakek Ini Memilih Jualan Tape Ubi Pakai Sepeda Onthel

Ahmad Sadar, telisik indonesia
Jumat, 04 Desember 2020
2486 dilihat
Tak Mau Repotkan Orang, Kakek Ini Memilih Jualan Tape Ubi Pakai Sepeda Onthel
Kakek Yumin, penjual tape ubi keliling. Foto: Ahmad Sadar/Telisik

" Dia Keliling jual tape ubi pakai sepedanya itu kasian, pokonya mulai dari kota lama, kemudian pasar baru sampai daerah baruga sana. "

KENDARI, TELISIK.ID – Meski usianya telah senja, namun tak menyurutkan semangat Kakek ini agar tidak merepotkan orang lain.

Lewat prinsip tak ingin merepotkan orang lain ini, Kakek yang kini berusia 60 tahun rela menghabiskan masa tuanya dengan tetap mencari rezeki lewat jerih payahnya sendiri.

Tidak tanggung-tanggung, Kakek ini menjajakan tape ubi di sepanjang jalan. Ia berjualan tape dengan cara berkeliling menggunakan sepeda onthel tua kesayanganya.


Kakek yang bernama Yumin ini, tinggal bersama anak dan cucunya di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Ilina, salah satu anak dari Kakek tersebut mengungkapkan, bersama sepeda onthelnya ia berkeliling menyelusuri kota.

Sudah menjelang setahun lamanya ia berjualan. Tape ubinya pun dihargai Rp 5.000 perbungkusnya.

Baca juga: Kisah Agen Koran yang Bertahan Hidup di Tengah Pesatnya Teknologi Informasi

Tak kenal panas terik matahari dan dinginnya cuaca akibat hujan, Kakek Yamin mengayuh sepeda onthelnya untuk menjajakan tape ubi setiap harinya, bahkan dari pagi hingga sore.

“Dia Keliling jual tape ubi pakai sepedanya itu kasian, pokonya mulai dari kota lama, kemudian pasar baru sampai daerah baruga sana,” kata Ilina kepada Telisik id saat ditemui di kediamanya, Kamis (3/12/2020).

Meski telah dilarang menjual oleh anak-anaknya, namun Kakek asli Makassar itu tetap memilih untuk mandiri dan tak ingin bergantung pada orang lain.

Hanya saja, anak-anak Kakek Yamin mengaku khawatir melihatnya, dikarenakan usianya yang tua. Apalagi, ia tak fasih berbahasa indonesia.

"Biar dikasi tau nda mau mendengarkan, kita juga khawatir kasian, masalahnya itu bapak tidak terlalu pintar bahasa indonesia," ungkap Ilina. (B)

Reporter: Ahmad Sadar

Editor: Fitrah Nugraha

Baca Juga