adplus-dvertising

Tak Terduga, Ternyata Ini Menu Sahur Soekarno Sebelum Bacakan Teks Proklamasi

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Rabu, 28 April 2021
2031 dilihat
Tak Terduga, Ternyata Ini Menu Sahur Soekarno Sebelum Bacakan Teks Proklamasi
Soekarno saat membacakan teks proklamasi hari kemerdekaan Indonesia. Foto: Repro google.com

" Namun, ada sedikit cerita unik yang tidak ada di buku-buku sejarah sekolah. Dimana, peristiwa proklamasi itu terjadi di bulan Ramadan, sehingga kaum muslim melakukan ibadah puasa, termasuk Soekarno. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Proklamasi hari kemerdekaan Indonesia berlangsung pada bulan Ramadan, tepatnya tanggal 9 Ramadan 1346 Hijriah atau 76 tahun lalu dalam perhitungan tahun hijriah.

Namun, ada sedikit cerita unik yang tidak ada di buku-buku sejarah sekolah. Dimana, peristiwa proklamasi itu terjadi di bulan Ramadan, sehingga kaum muslim melakukan ibadah puasa, termasuk Soekarno.

Lantas, apakah makanan sahur atau menu sahur Soekarno sebelum bacakan teks Proklamasi Kemerdekaan?


Dilansir dari Suara.com jaringan Telisik.id, Soekarno sahur di ruang makan rumah Laksamana Tadashi Maeda.

Di rumah itu sedang dilakukan perumusan teks proklamasi yang menentukan masa depan bangsa Indonesia sebagai sebuah negara merdeka. Dini hari itu, 17 Agustus 1945.

Teks proklamasi dalam bentuk tulisan tangan dan ketikan itu adalah buah pikiran tiga tokoh nasional, di antaranya Soekarno, Mohammad Hatta, dan Achmad Soebardjo. Soekarno menulis tangan, Sayuti Melik yang mengetik.

Naskah proklamasi yang dalam bentuk tulisan tangan sempat terabaikan dan dibuang di keranjang sampah.

Baca juga: Jokowi Bakal Lantik Bahlil Lahadalia Jadi Menteri Investasi Sore Ini

Beruntung Burhanuddin Muhammad Diah mengambil kertas teks proklamasi dan menyimpan selama hampir 47 tahun sebelum menyerahkannya kepada negara pada 1992. Hingga kini, naskah teks proklamasi masih tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia.

Setelah konsep teks proklamasi disetujui, Soekarno memerintahkan Sayuti Melik mengetik naskah.

Namun, karena tidak ada mesin ketik di rumah Laksamada Maeda, maka anak buah Laksamana, Satsuki Mishima diminta meminjam ke kantor perwakilan militer Jepang.

Setelahnya kita tahu, setelah naskah itu selesai, Soekarno didampingi Hatta membacakan teks proklamasi sebagai penanda Indonesia sudah lepas dari penjajahan.

Namun sebelum paginya, tentu para tokoh nasional yang beragama Islam dan berkumpul di rumah Laksama Maeda akan berpuasa, termasuk Soekarno dan Hatta.

Di sela-sela pembahasan teks proklamasi, setelah semalam suntuk berembuk, dini hari adalah waktunya makan sahur.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Mantan Petinggi FPI Munarman

Dalam buku berjudul Sekitar Proklamasi (1969), Muhammad Hatta mengisahkan sebelum pulang ke rumahnya, Hatta sempat menyantap roti, telur, dan ikan sarden yang dimasak di rumah Maeda sebagai menu sahur.

Satsuki Mishima, anak buah Laksamana Maeda yang diminta meminjam mesik ketik, adalah satu-satunya perempuan malam itu. Ia juga yang menjadi koki makan sahur.

Menu yang disiapkan pun sederhana.

Mishima diminta membuatkan makanan nasi goreng, yang kemudian menjadi menu sahur Bung Karno, Bung Hatta, dan Achmad Soebardjo. Meski akhirnya Bung Karno hari itu dikabarkan tidak berpuasa lantaran terkena malaria.

Mengutip dari Wikipedia, Dr. Ir. H. Soekarno adalah Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada periode 1945–1967.

Ia memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda.

Soekarno adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. (C)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga