Tanpa Beban Biaya, Ibu Muda di Kendari Jalani Operasi Caesar dengan Tenang Berkat JKN

Ana Pratiwi, telisik indonesia
Selasa, 02 Juni 2026
0 dilihat
Tanpa Beban Biaya, Ibu Muda di Kendari Jalani Operasi Caesar dengan Tenang Berkat JKN
Reni Restiani Oktavia (26) seorang ibu rumah tangga di Kendari, menggunakan BPJS Kesehatan saat menjalani operasi caesar anak pertamanya. Foto: Ist.

" Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang menghadapi kondisi darurat "

KENDARI, TELISIK.ID - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang menghadapi kondisi darurat.

Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Reni Restiana Oktavia (26), seorang ibu rumah tangga di Kendari, saat menjalani persalinan anak pertamanya melalui operasi caesar di Rumah Sakit Hermina Kendari.

Kondisi persalinan yang semula direncanakan normal harus berubah setelah hasil observasi medis menunjukkan perlunya tindakan operasi demi keselamatan ibu dan bayi.

Di tengah situasi yang menegangkan tersebut, Reni mengaku lebih tenang karena terdaftar sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Status kepesertaan yang aktif membuat seluruh biaya pelayanan kesehatan yang dibutuhkannya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Saya sangat terbantu. Biaya operasi caesar tentu tidak sedikit, tetapi semuanya ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan. Dalam kondisi darurat seperti ini, saya tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya pengobatan,” ungkap Reni dalam keterangan tertulis yang diterima telisik.id, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga: Keaktifan JKN Sultra Tembus 86 Persen, BPJS Kesehatan Waspadai Lonjakan Penyakit Katastrofik Usia Muda

Selain terbantu dari sisi pembiayaan, Reni juga mengapresiasi pelayanan yang diterimanya selama menjalani perawatan di rumah sakit. Menurutnya, tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang ramah serta penjelasan yang mudah dipahami oleh pasien maupun keluarga.

“Semua kebutuhan saya mulai dari tindakan operasi hingga obat-obatan ditanggung sepenuhnya. Saya juga merasa fasilitas yang diberikan nyaman dan memadai. Selain itu, saya tidak merasakan adanya perbedaan pelayanan antara pasien BPJS Kesehatan dan pasien umum,” ujarnya.

Usai menjalani operasi, Reni diwajibkan melakukan kontrol rawat jalan secara berkala melalui Aplikasi Mobile JKN yang memudahkan proses antrean online dan pendaftaran layanan kesehatan tanpa harus datang lebih awal ke fasilitas kesehatan.

Menurut Reni, fitur tersebut membantu peserta JKN menghemat waktu karena cukup mendaftar dari rumah dan datang sesuai jadwal pelayanan yang telah ditentukan oleh fasilitas kesehatan.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Gandeng Media Perkuat Literasi dan Keberlanjutan Program JKN

Reni menilai Program JKN menjadi perlindungan finansial masyarakat saat menghadapi kebutuhan medis dengan biaya tinggi serta mendorong pemahaman kepesertaan aktif agar layanan dapat dimanfaatkan tepat waktu.

Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan status kepesertaan tetap aktif agar dapat digunakan kapan saja saat dibutuhkan dalam kondisi darurat kesehatan.

“Sangat penting untuk memahami manfaat dan cakupan layanan JKN sejak dini; memastikan status kepesertaan aktif sehingga ketika kondisi darurat masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa hambatan biaya,” kata Reni. (Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga