JAKARTA, TELISIK.ID - Kenaikan tarif listrik dan lonjakan harga emas menjadi dua penyebab utama inflasi Indonesia yang mencapai 1,17 persen secara bulanan pada April 2025.
Angka ini menunjukkan bahwa tekanan harga masih membayangi masyarakat, meski lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1,65 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan data ini dalam konferensi pers resmi di Jakarta. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyebut bahwa angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan pada indeks harga konsumen (IHK) dari 107,22 pada Maret menjadi 108,47 pada April 2025.
"Atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 107,22 pada Maret 2025 menjadi 108,47 pada April 2025," ujar Pudji Ismartini saat menyampaikan keterangan resmi di Kantor BPS Pusat, Jakarta, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (3/5/2025).
Pudji menegaskan bahwa meskipun angka inflasi bulan April lebih rendah dibandingkan Maret, tetap ada komoditas-komoditas tertentu yang memberikan tekanan signifikan terhadap harga.
