Tren Skincare Mendominasi Dunia Perawatan Kulit 2026
Erni Yanti, telisik indonesia
Kamis, 22 Januari 2026
0 dilihat
Ilustrasi seorang wanita yang sedang merias wajahnya. Foto: Halodoc.com
" Tren skincare kini tidak lagi sekadar berfokus pada hasil instan, tetapi lebih menekankan pada perbaikan kulit dari tingkat sel "

JAKARTA, TELISIK.ID - Tren skincare kini tidak lagi sekadar berfokus pada hasil instan, tetapi lebih menekankan pada perbaikan kulit dari tingkat sel, personalisasi perawatan dan pendekatan yang lebih alami.
Perubahan ini dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan kebutuhan konsumen yang semakin selektif dalam memilih produk perawatan kulit. Industri kecantikan global pun bergerak ke arah perawatan yang lebih presisi, berkelanjutan, dan berbasis data.
Dilansir dari Liputan6, Kamis (22/1/2026), beberapa tren kecantikan tahun 2026
1. Biostimulator dan Regenerasi Kulit
Perawatan berbasis biostimulator diprediksi akan semakin diminati pada 2026. Metode ini bekerja dengan merangsang produksi kolagen alami tubuh secara bertahap sehingga memberikan hasil yang tampak lebih alami.
Selain itu, pendekatan regeneratif seperti penggunaan sel punca dan faktor pertumbuhan juga menjadi sorotan karena fokusnya pada perbaikan struktur kulit dari dalam.
2. Fokus pada Kesehatan Sel Kulit
Tren perawatan kulit ke depan akan banyak menargetkan kesehatan sel, khususnya mitokondria sebagai pusat energi sel.
Baca Juga: Rekomendasi Bedak Padat Travel-Friendly untuk Touch Up Kapan Saja
Bahan aktif seperti CoQ10, niacinamide, NMN, peptida, vitamin C, resveratrol, dan asam alfa-lipoat dinilai mampu membantu sel kulit bekerja lebih optimal serta melawan stres lingkungan.
3. Ectoin sebagai bahan proteksi unggulan
Ectoin diprediksi menjadi bahan aktif unggulan karena kemampuannya melindungi kulit dari polusi, radiasi ultraviolet, dan menjaga kelembapan kulit.
Molekul alami ini dikenal efektif memperkuat skin barrier dan memberikan perlindungan jangka panjang.
4. Peptida generasi baru yang lebih bertarget
Penggunaan peptida akan semakin berkembang dengan fungsi yang lebih spesifik. Peptida generasi baru mampu menargetkan masalah kulit tertentu seperti hiperpigmentasi, garis halus, dan kerutan tanpa merusak lapisan pelindung kulit. Pendekatan ini dinilai lebih lembut dibanding eksfoliasi agresif.
5. Alternatif Facelift Non-Invasif
Minat terhadap metode pengencangan wajah non-invasif terus meningkat. Teknik manual seperti pijat wajah khas India serta penggunaan alat pijat wajah modern menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan hasil alami tanpa prosedur medis.
6. Perawatan Berbasis Exosomes
Exosomes menjadi inovasi yang banyak dibicarakan dalam dunia skincare regeneratif. Kandungan ini berperan dalam komunikasi antar sel dan membantu proses perbaikan kulit secara mendalam. Pendekatan ini dianggap lebih alami karena memanfaatkan mekanisme biologis tubuh.
Baca Juga: Rekomendasi Sunscreen SPF Tinggi untuk Perlindungan Kulit Sehari-hari
7. Perawatan Leher dan Seluruh Tubuh
Tren skincare 2026 tidak hanya terfokus pada wajah. Perawatan leher dan tubuh menjadi perhatian utama dengan hadirnya produk seperti serum tubuh, retinoid khusus badan, serta AHA yang diformulasikan untuk area kulit selain wajah guna menjaga warna dan tekstur kulit secara menyeluruh.
8. Skincare yang dipersonalisasi dan berbasis data
Perawatan kulit berbasis teknologi diprediksi menjadi standar baru. Analisis kulit menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan aplikasi digital memungkinkan rutinitas perawatan yang disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing individu secara real time.
Perkembangan berbagai tren tersebut menunjukkan bahwa industri kecantikan bergerak menuju perawatan kulit yang lebih ilmiah, personal, dan berorientasi pada kesehatan jangka panjang. (C)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS