adplus-dvertising

WhatsApp dan Telegram Perang, Saling Bongkar Aib di Twitter

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Senin, 17 Mei 2021
647 dilihat
WhatsApp dan Telegram Perang, Saling Bongkar Aib di Twitter
Aplikasi Whasaap dan Telegram. Foto: Repro Kompas.com

" Sama seperti biasanya. Pilih layanan yang menghormati Anda. Dan hapus WhatsApp "

KENDARI, TELISIK.ID - WhatsApp resmi memberlakukan aturan privasi baru per 15 Mei 2021 lalu. Hal itu jadi alasan sang rival, Telegram untuk mengajak para pengguna menghapus WhatsApp.

Hal ini terlihat dalam akun Twitter resmi Telegram. Ajakan tersebut memang tidak dituliskan secara gamblang, namun dalam sebuah ilustrasi.

Gambaran tersebut adalah evolusi Recycle Bin atau tong sampah di Windows dari tahun ke tahun dimulai dari tahun 1995. Ilustrasi itu diakhiri di tahun 2021, dengan logo WhatsApp ada di tong sampah dan simbol Facebook memenuhi bagian dalamnya.

Telegram juga memberikan saran untuk menghapus WhatsApp pada salah satu warganet yang menanyakan pendapatnya.

"Sama seperti biasanya. Pilih layanan yang menghormati Anda. Dan hapus WhatsApp," tulis Telegram dikutip Cnbc.com, Senin (17/5/2021).

Tak tinggal diam, WhatsApp juga menyerang kembali dengan membalas unggahan tersebut. Menurut perusahaan itu, Telegram tak memiliki end-to-end encryption.

"Admin Telegram:......yang orang-orang tidak tahu adalah kami tidak dienkripsi dari ujung ke ujung secara default," tulis WhatsApp.

Baca Juga: Hati-Hati, Ada Ancaman Keamanan Lewat Aplikasi Kamera dan Mikrofon

Telegram pun membalas unggahan tersebut. Menurutnya, penggunanya tahu bagaimana platform bekerja dan memiliki aplikasi open source untuk membuktikannya.

Dalam balasannya, Telegram juga menyertakan unggahan foto seperti tampilan chat WhatsApp. Di dalamnya terdapat informasi akses WhatsApp pada chat karena bisa memulihkannya hanya dengan nomor ponsel.

"Para pengguna kami bagaimana ini bekerja dan memiliki aplikasi open source untuk membuktikannya. Anda....bicaralah dengan screenshot, mengatakan jika Anda berbohong," tulis Telegram.

Sejumlah pengguna memiliki beragam pendapat dengan ajakan menghapus WhatsApp oleh Telegram. Salah satunya tetap menggunakan platform pesan anak usaha Facebook itu karena untuk bekerja.

Sementara ada juga yang mengaku sudah menghapus WhatsApp beberapa waktu lalu.

Dilansir Kumparan.com, selain Telegram, aplikasi chat Signal juga terpantau mengejek WhatsApp terkait kebijakan privasi baru yang kontroversial.

“Memeriksa kalender. menuangkan kopi. Hari ini adalah hari yang menyenangkan untuk beralih ke privasi,” tulis Signal dalam sebuah quote retweet dari sebuah kicauan WhatsApp. WhatsApp terpantau belum membalas ejekan ini.

Baca Juga: Anda Pengguna WhatsApp? Bulan Depan Bakal Ada Kebijakan Privasi Baru

WhatsApp sendiri tengah jadi sorotan selama paruh awal tahun 2021 berkat kebijakan privasi baru mereka.

Dalam kebijakan privasi baru itu, chat pengguna WhatsApp ke akun WhatsApp Business API yang dipakai perusahaan besar tak lagi terenkripsi secara end-to-end, memungkinkan pihak ketiga untuk mengakses riwayat percakapan pengguna dengan akun tersebut.

Masalahnya kebijakan ini tak memuat pilihan opt in atau opt out bagi pengguna, yang dianggap oleh pengamat kebijakan data mengurangi kontrol penuh pengguna terhadap pemrosesan data pribadi mereka. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Baca Juga