adplus-dvertising

Yuk, Jelajahi Keindahan Berbagai Jenis Tanaman Hias di Wisata Bunga Bangun Sari

Reza Fahlefy, telisik indonesia
Sabtu, 02 Oktober 2021
1864 dilihat
Yuk, Jelajahi Keindahan Berbagai Jenis Tanaman Hias di Wisata Bunga Bangun Sari
Masyarakat ketika memilih bunga yang akan dibeli. Foto: Reza Fahlefy/Telisik

" Nama wisata bunga ini sama dengan nama daerah atau desanya karena berada di Desa Bangun Sari "

MEDAN, TELISIK.ID - Wisata Bunga Bangun Sari yang berada di Jalan Madirsan, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) banyak diminati masyarakat.

Nama wisata bunga ini sama dengan nama daerah atau desanya karena berada di Desa Bangun Sari.

Ketika memasuki Jalan Madirsan, maka akan terlihat jejeran bunga berbagai jenis yang sangat indah. Bahkan ada juga tanaman yang dijadikan obat.


Tak hanya berada di pinggir jalan, jejeran bunga juga sampai ke lorong-lorong ruas jalan. Badan jalan juga menjadi lokasi strategis untuk memajang bunga itu.

Banyak masyarakat yang datang ke tempat itu, tujuan untuk membeli bunga dan ada juga sengaja berwisata sekadar melihat sambil berfoto (berselfi) ria.

Jejeran bunga di Taman Bunga Bangun Sari. Foto: Reza Fahlefy/Telisik

 

Karim, salah seorang dari ratusan penjual bunga di sana mengaku sudah lama bertempat tinggal di lokasi objek wisata taman bunga. Dia menjual berbagai jenis bunga atau tanaman hias.

Semenjak kampung mereka, dijadikan salah satu tempat wisata, dengan nama Wisata Bunga Bangun Sari. Hampir semua warga di sana memiliki usaha jualan bunga.

Ada puluhan jenis bunga dia jual, termasuk tanaman hias, tanaman untuk obat-obatan, bahkan ada juga tanaman yang berasal dari negara Thailand.

Berbagai jenis bunga yang dijualnya di antaranya Mawar, Kerokot, Matahari mini, Bromelia dan lainnya. Sedangkan untuk obat yaitu Hebra dan Bidara. Kalau untuk bunga dari Thailand misalnya Aglaonema dan Anthurium. Ada juga yang dijadikan bumbu masakan, misalnya daun soap, tomat dan cabai.

"Semua jenis bunga kami jual, jika di tempat kami sedang kosong, maka kami saling berkomunikasi antara penjual bunga lainnya. Jualan bunga kami tekuni bersama dengan istri dan anak anak," kata pria 48 tahun ini kepada Telisik.id, Sabtu (2/10/2021).

Berbisnis jualan bunga dan tanaman hias dilakoni masyarakat di Desa Bangun Sari ini sejak tahun 1990. Sedangkan sebelumnya, banyak masyarakat yang bekerja di pabrik dan usaha lainnya.

Wisata Taman Bunga Bangun Sari. Foto: Reza Fahlefy/Telisik

 

"Sudah ada ratusan orang yang jualan bunga ini. Kami di sini berharap kepada pemerintah agar mendapatkan dukungan, bantuan modal dan tempat penampungan bunga," ucapnya.

Tidak hanya bunga dan berbagai tanaman saja yang dijual di sana, ada juga kebutuhan bunga dan tanaman. Misalnya tanah untuk tanaman, sekam atau padi untuk menggemburkan tanah, plastik polibet, pot bunga yang terbuat dari semen dan ada juga berbahan plastik.

Baca Juga: Meriam Puntung, Objek Wisata Bikin Penasaran yang Ada di Medan

Baca Juga: Yuk, Nikmati Liburan di Pantai Swis Kabupaten Buton

Harga tanaman yang ada di sana juga bervariasi, dari mulai Rp 10 ribu sampai puluhan juta. Paling murah harganya, yaitu bunga Kalipah dan paling mahal bunga jenis bongsai.

Bunga yang dimiliki warga penjual ada dari petani dan dikembangbiakkan sendiri. Karena keterbatasan lahan, kebanyakan mereka membeli dari petani, atau penyedia bibit.

"Terkadang kita membeli bibit dari agen, atau kita biasa menyebutnya petani bunga. Kalau bunga kita lagi kosong, kita carilah di petani. Selain itu, di sini juga masih banyak menjual bunga impor, dari luar negeri, misalnya Thailand," terangnya.

Seorang pengunjung wisata bunga, Erna mengaku, datang ke lokasi untuk mencuci mata. Melihat berbagai jenis bunga yang cantik dan cocok untuk ditanam di rumah.

"Katanya di sini murah-murah harganya, makanya saya kemari bersama keluarga. Bingung kita memilihnya kalau sudah sampai di sini," ucap wanita ini sambil melirik bunga jenis bonsai. (B)

Reporter: Reza Fahlefy

Editor: Fitrah Nugraha

Artikel Terkait
Baca Juga