179 Peserta Seleksi CPNS Kota Kendari Lolos SKD

Musdar

Reporter

Senin, 01 November 2021  /  2:02 pm

Peserta SKD CPNS Kota Kendari. Foto: Musdar/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Sebanyak 179 peserta SKD CPNS Kota Kendari yang memenuhi passing grade atau ambang batas dinyatakan lolos.

Mereka yang dinyatakan lolos berhak mengikuti tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kendari, Sudirham mengatakan, peserta yang lolos ketahap SKB adalah mereka yang memenuhi passing grade berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Nomor 1023 Tahun 2021 dan Permenpan RB Nomor 27 Tahun 2021 tentang pengadaan CASN.

“Kebijakan itu (PermenPAN-RB Nomor 27 Tahun 2021) mengatur jumlah peserta yang dapat mengikuti SKB ditentukan paling banyak tiga kali jumlah kebutuhan jabatan berdasarkan nilai tertinggi yang memenuhi nilai ambang batas,” kata Sudirham.

Sudirham menerangkan, dari 2.545 peserta yang mengikuti SKD pada 6-10 Oktober lalu ada 944 peserta yang memenuhi ambang batas.

Meski begitu, yang berhak lolos ke tahap SKB berdasarkan PermenPAB-RB Nomor 27 Tahun 2021 hanya 179 peserta.

Baca Juga: Sekda Kota Kendari Tegaskan Pembuatan Surat Izin Kegiatan di Satgas COVID-19 Gratis

Baca Juga: RS Jantung Sultra Buka Loker Dokter dan Perawat, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Terkait jadwal pelaksanaan SKB, Sudirham mengaku masih menunggu instruski dari Badan Kepegawaian Negera (BKN).

Yang jelasnya, pihaknya saat ini memberikan kesempatan bagi para peserta yang lolos seleksi untuk melakukan pemilihan lokasi ujian pada akun masing-masing di laman sscasn.bkn.go.id.

“Peserta diberi waktu selama dua hari 31 Oktober-1 November," kata Sudirham.

Terpisah, Ketua Pansel Seleksi CASN Kota Kendari, Nahwa Umar berharap seluruh peserta seleksi yang dinyatakan lolos SKD untuk mempersiapkan diri menghadapi SKB.

Ia memastikan tidak ada intervensi dan menjamin pelaksanaan seleksi berjalan jujur, adil, transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Yang lolos jadi ASN nanti berarti orang-orang yang memiliki kompetensi baik. Karena seleksinya ini dilakukan berbasis Computer Assisted Test (CAT) langsung pusat. Kami hanya pelaksana saja. Sehingga jika ingin jadi ASN maka harus belajar,” kata Nahwa. (B)

Reporter: Musdar

Editor: Haerani Hambali