Buntut Kasus Siswi SMK Kendari Viral, Kini Dikeluarkan dari Sekolah

Riksan Jaya

Reporter

Kamis, 01 Februari 2024  /  8:58 pm

Ali Kuoa selaku Kepala Sekolah SMKN 1 Kendari saat ditemui diruangannya. Foto: Riksan Jaya/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Para siswi SMK di Kendari yang sempat videonya viral karena mengonsumsi narkoba, kini telah dikeluarkan dari sekolah atas keputusan rapat dewan guru.

Ali Kuoa selaku Kepala SMKN 1 Kendari sangat menyayangkan mengenai keputusan mengeluarkan siswi yang terlibat dalam kasus tersebut.

Namun, kata dia, hal tersebut merupakan upaya untuk mengembalikan nama baik sekolah dan sebagai contoh efek jera bagi siswa-siswa lain yang hendak berbuat demikian, Kamis (1/2/2024)

Sempat saat dilakukan pemeriksan, AKP Bahri selaku Kepala Satuan Reserse Narkoba Polisi Resor Kota Kendari, menyampaikan tidak memiliki bukti untuk melakukan proses pidana sehingga para sisiwi tersebut kembali dibebaskan.

Baca Juga: Kasus Siswi SMK Kendari Viral Isap Sinte Ditutup, Ini Alasannya

“Di sini kita lihat menurut video yang beredar tidak ada tindak pidana yang dilakukan. Tapi dalam video mereka mengonsumsi narkoba dan kami tidak punya barang bukti,” ungkap AKP Bahri, pada Sabtu (27/1/2024).

Namun, buntut dari hal tersebut, Kepala SMKN 1 Kendari, Ali Kuoa beserta para guru tidak bisa mentoleransi dan mengembalikan anak-anak tersebut ke orang tua mereka masing-masing.

“Kami tentunya sebagai pihak sekolah tidak akan memutus pendidikan anak-anak, agar dia tidak bergabung lagi dengan temannya yang beberapa orang itu. Jadi lebih bagus kita kembalikan ke orang tuanya. Kan 1000 orang lebih siswa ketika sekolahnya diekspos kemudian ditonton secara nasional, mereka (para pelaku) akan jadi olok-olokkan teman-temannya. Itulah kenapa pada akhirnya kita kasih pindah karena akan terisolasi di sini,” imbuhnya, Kamis (1/2/2024).

Ali menambahkan, alasan kuat untuk mengeluarkan para siswi tersebut karena sebelumnya saat video tersebut pertama kali diketahui, mereka sudah diberi surat peringatan untuk tidak mengulangi tetapi ternyata para pelaku masih mengonsumsinya setelah kasus itu diketahui.

“Tapi memang yang viral itu bulan 10. Jadi sebelumnya kami sudah panggil orang tuanya kemudian direhab, didampingi orang tuanya dan kami tidak keluarkan. Ada pernyataan apabila masih melakukan dan terbukti sesuai pernyataan itu kami keluarkan. Karena saya tanya waktu di Polres kamu sudah sering? ‘iya pak sudah sering’. masih? ‘masih pak’,” ungkap Ali mengenai percakapannya dengan para siswi.

Lebih lanjut, kata Ali, pihaknya sudah menyampaikan akan memberikan pengantar agar para siswi direhap terlebih dahulu.

Baca Juga: Siswi SMK Diduga Isap Rokok Berisi Tembakau Sintesis di Kendari Diamankan Polisi

“Jadi bisa datang ambil surat pindah, tapi sampai sekarang belum ada yang datang, hanya memang kalau datang kami juga akan kasih surat pengantar agar direhab,” jelasnya.

Rudi selaku guru Bimbingan Konseling SMKN 1 Kendari, mengatakan bahwa para siswi tersebut sebelumnya pernah diberi hukuman karena pergi ke tempat karaoke dan masih menggunakan atribut sekolah.

“Terkait siswa tersebut kami pernah memproses mereka bolos pergi ke tempat karaoke dan masih memakai atribut sekolah. Kita melakukan pemanggilan yang datang bukan orang tua kandung, mereka mewakilkan ke orang lain tapi karena kita pihak sekolah inginnya orang tua maka kita tolak. Yang datang itu hari sepupunya, tantenya,” ujarnya, Kamis (1/2/2024).

Sampai berita ini ditayangkan, tim Telisik.id masih berupaya mencari kontak orang tua siswa terkait untuk mengatahui kondisi dan langkah apa yang akan diambil oleh para siswa. (A)

Penulis: Riksan Jaya

Editor: Fitrah Nugraha

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS