Penilaian Adipura Sudah Dekat, Pemkot Kendari Mulai Bersih-Bersih

Nur Khumairah Sholeha Hasan

reporter

Kamis, 03 Agustus 2023  /  7:50 pm

Peserta rapat yang di pimpin oleh Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu meminta pada OPD lingkup Kota Kendari mengajak semua ASN berpartisipasi. Foto: Nur Khumairah/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Hadapi penilaian Adipura yang digelar pada Agustus ini, pemkot mengajak seluruh OPD berpartisipasi dalam melakukan gotong royong dalam menata Kota Kendari semakin indah dan bersih.

Saat memimpin rapat yang digelar di Aula Samaturu, Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu meminta pada OPD mengajak semua ASN berpartisipasi.

“Saya mohon pimpinan OPD kerahkan semua ASN. Ini kan masalah berbangsa dan bernegara, teman-teman camat dan lurah kerahkan semua aparatnya di wilayah,” ungkapnya, Kamis (3/8/2023).

Baca Juga: BEM UHO Kolaborasi Pemda Waktobi dan Aisforum dalam Pengabdian Mahasiswa

Menurutnya, mempertahankan piala adipura dibutuhkan komitmen semua pihak. Untuk saat ini aparat pemerintah sebagai garda terdepan atau contoh dalam aksi pembersihan, namun ke depan harus didominasi oleh keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari, Nismawati menjelaskan, penilaian adipura kali ini, Kota Kendari dan sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara menjadi kluster pertama penilaian adipura.

Kriteria penilaian adipura bukan titik penilaian, untuk menjadi acuan pembersihan, sehingga semua bergerak dan bertanggungjawab terhadap wilayah masing-masing. Sebab jika ditentukan titik penilaiannya, dikhawatirkan akan ada wilayah yang tidak bekerja.

Penilaian akan dilakukan di beberapa lokasi seperti perumahan, jalan, pasar, pertokoan, perkantoran, sekolah, terminal, pelabuhan, rumah sakit dan puskesmas, perairan terbuka dan tempat pembuangan akhir sampah (TPAS).

Baca Juga: Tiga Megaproyek Ali Mazi Segera Diresmikan Sebelum Masa Jabatan Berakhir, Jokowi Direncanakan Hadir

Sedangkan indikator penilaian untuk masing-masing lokasi di antaranya kondisi kebersihan, pemilihan sampah dan ruang terbuka hijau. Lokasi penilaian selanjutnya, pantai wisata Nambo, bank sampah, fasilitas pengelolaan sampah yang dikelola secara swadaya dan pemerintah, hutan kota dan taman kota.

“Yang paling tinggi bobotnya dari semua ini TPAS. Saat ini 85 persen sampah kita sudah tutup, dan dalam waktu dekat ini kita upayakan 100 persen tertutup," tambahnya.

Ia juga menyebut pihaknya akan mengaktifkan kembali gas metan untuk rumah warga. Rencananya, penilaian adipura di beberapa daerah di Sulawesi Tenggara akan dilakukan mulai 7 Agustus 2023. (B)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS