Rawan Rusak Lingkungan, Tambang Gunung Salakan Banyuwangi Ditolak Warga

Try Wahyudi Ary Setyawan

Reporter Surabaya

Selasa, 30 Agustus 2022  /  1:41 pm

Aksi warga menolak aktivitas penambangan emas di Gunung Salakan Banyuwangi. Foto: Ist.

SURABAYA, TELISIK.ID - Warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, terus melakukan penolakan terhadap pertambangan emas di wilayah Gunung Salakan Banyuwangi yang dikelola oleh PT Merdeka Copper Gold.

"Jika ini dibiarkan, akan merusak alam di sekitar Gunung Salakan. Pihak pengelola tambang tak memikirkan itu, hanya mengeruk keuntungan saja. Ini dampaknya diberikan ke warga. Ini yang kami protes," jelas Nur Ahmad, salah satu warga saat dikonfirmasi Senin (30/8/2022).

Pria anak dua ini mengatakan, warga menolak adanya pertambangan tersebut dan mempertanyakan kelayakan tambang yang berada di tengah-tengah kampung.

"Kami warga pun tak ingin seperti Gunung Tumpang Pitu yang hancur karena ditambang PT Bumi Suksesindo (BSI)," jelasnya.

Baca Juga: Muna Barat Dapat Rapor Merah dari Ombudsman, Ini Strategi Pj Bupati

Nur lalu menceritakan kegiatan penambangan Gunung Tumpang Pitu yang menjadi pengalaman pahit bagi masyarakat. Oleh sebab itu, pengalaman pahit Tumpang Pitu jangan sampai ditularkan ke Gunung Salakan.

“Hari ini ataupun besok dan sampai kapanpun warga tidak menghendaki diskusi yang intinya akan mengarah untuk menambang ke Gunung Salakan. Warga meminta stop berupaya untuk melakukan penelitian ataupun survei untuk hari ini dan seterusnya,” tegasnya.

Warga sendiri, lanjutnya, berharap presiden turun langsung mengatasi permasalahan pertambangan di Banyuwangi khususnya di Gunung Salakan.

Sementara Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Agung Mulyono mengatakan, ada 3 poin yang harus diperhatikan dalam penyelesaian dari penambangan di Gunung Salakan.

"Perlu dibangun komunikasi yang intensif dengan warga," jelas politisi Demokrat ini.

Pria asli Banyuwangi ini juga mengatakan, jika tetap dilakukan penambangan, maka penambangan tersebut harus memberi manfaat bagi warga sekitar.

"Pengelola tambang harus memberikan manfaat bagi warga sekitar. Jangan  sampai merusak lingkungan dan harus dipikirkan juga dampak sosialnya," jelasnya.

Baca Juga: DPRD Kolaka Utara Apresiasi 2 Program Prioritas Pj Bupati

Tak hanya itu, perlu ada sinergi antara pemerintah baik provinsi dan kabupaten dalam pengelolaan pertambangan di Gunung Salakan.

Warga kawasan tambang emas Gunung Tumpang Pitu kembali memanas. Warga kembali menolak tim peneliti dari PT Merdeka Copper Gold masuk ke kawasan Gunung Salakan, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi.

Ratusan warga Dusun Pancer berkumpul di pertigaan Mbah Marwah Kampung Rowojambe Dusun Pancer Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, sekira pukul 10.00 WIB, Sabtu (27/8/2022). Mereka mencoba menghadang polisi dan tim peneliti. (B)

Penulis: Try Wahyudi Ari Setyawan

Editor: Haerani Hambali 

TOPICS