Ulasan Film Onde Mande, Drama Komedi dari Sumatera Barat

Ahmad Badaruddin

Reporter

Selasa, 27 Juni 2023  /  10:05 pm

Huda dan Hadi sosok adik dan kakak yang bertugas mencari pewaris dari Angku Wan di film Onde Mande. Foto: Cinverse.id

KENDARI, TELISIK.ID - Onde Mande, film terbaru dari Visinema Pictures yang telah tayang sejak Kamis (22/6/2023) lalu, menghadirkan kisah drama komedi yang menarik dengan unsur budaya khas Minang, Sumatera Barat yang kental dalam film ini.

Bercerita tentang warga desa yang tinggal di tepi Danau Maninjau, Sumatera Barat. Seorang pensiunan guru bernama Angku Wan berhasil memenangkan sayembara senilai Rp 2 miliar dari perusahaan sabun.

Angku Wan menyaksikan pengumuman kemenangannya saat mampir di lapau Da Am sambil meneguk teh telur. Ia pun mengaku bahwa uang tersebut ingin diprioritaskan untuk pembangunan serta kemajuan desa.

Demi mengklaim hadiah tersebut, Da Am dan Angku Wan berencana pergi ke Kota Padang keesokan harinya. Namun, Angku Wan justru ditemukan dalam kondisi wafat di tempat tinggalnya. Informasi wafatnya tidak langsung dilaporkan ke pihak perusahaan pusat di Jakarta karena rencana klaim hadiah tidak boleh gagal. Rasa hormat warga desa kepada Angku Wan membuat mereka ingin mewujudkan impiannya.

Setelah sejumlah perangkat desa berkumpul dan menyiapkan strategi besar untuk mengamankan hadiah sayembara, keadaan semakin runyam. Anwar selaku perwakilan perusahaan sabun datang ke desa secara tiba-tiba untuk memvalidasi pemenang.

Baca Juga: Sosok Ketiga, Film Horor yang Dilupakan

Film ini sendiri mengangkat premis unik tentang masyarakat pedalaman Sumatera Barat yang tinggal di tepi Danau Maninjau dan berusaha memperebutkan uang sebesar Rp 2 miliar tersebut demi kemaslahatan kampung. Di sisi lain, film ini juga menyajikan budaya Minang yang cukup kental dengan budayanya yang terkenal begitu islami.

Sepanjang film penonton akan disuguhkan dengan berbagai percakapan menggunakan bahasa Minang yang fasih dengan latar Danau Maninjau yang begitu memanjakan mata para penontonnya. Budaya Minang lain yang juga diangkat adalah keuletan masyarakat Minang dalam berdagang kain dan juga makanan-makanan khas Minang yang menggugah selera, seperti gulai ikan, rendang dan ketupat sayur yang membuat penonton menelan air liur.

Drama komedi keluarga yang begitu dalam juga diperlihatkan dalam film ini yang menjadikan film yang satu ini cocok ditonton bersama keluarga. Hal terbukti, saat pihak Telisik.id menonton film ini di bioskop, teradapat salah seorang ibu dengan dua anaknya yang menonton film ini. Ibu tersebut bernama Rosdiana.

“Sengaja nonton, lihat trailernya bagus jadi saya ajak anak-anak nonton,” tutur Rosdiana pada Telisik.id Senin (26/6/2023) kemarin.

Yang kurang dari film ini sendiri adalah penokohan Huda dan Hadi beserta Ni Mar yang ketika berbicara bahasa Indonesia aksen Minang mereka tiba-tiba hilang dan cukup fasih sementara sepanjang film dirinya menggunakan bahasa Minang yang sangat lancar.

Baca Juga: Minggu Terakhir Juni, Ini Film yang Merajai Bioskop Kota Kendari

Namun, kesalahan minor tersebut dapat dilupakan begitu saja dengan jalan cerita yang apik serta perpindahan kamera yang terasa begitu tekhnikal. Sebagaimana yang disampaikan Ruddi, penonton film ini yang juga merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

“Saya suka cinematographynya, apalagi pada saat perpindahan tiap scene,” jelasnya.

Meski cukup bagus, sayangnya film Onde Mande sendiri harus bersaing dengan banyak film bagus lainnya di bulan Juni 2023 ini yang menjadikan film ini mendapatkan jam tayang yang sedikit, yakni hanya 1 jam tayang di tiap harinya.

“Cuma 1 kali penayangan di jam 16.35, “ tutur Berta, pegawai Hollywood Square Kendari. (A)

Penulis: Ahmad Badaruddin

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS