adplus-dvertising

3 Fakta 'Dajjal' yang Muncul di Israel dan Viral di TikTok

Nur Khumairah Sholeha Hasan, telisik indonesia
Sabtu, 26 November 2022
6499 dilihat
3 Fakta 'Dajjal' yang Muncul di Israel dan Viral di TikTok
Video yang diunggah oleh akun TikTok @wangliger97 menampilkan laki-laki yang diduga adalah Messiah bagi warga Israel. Foto: Repro @wangliger97

" Baru-baru ini viral sebuah video di TikTok seorang pria diduga Dajjal muncul di Israel "

YERUSALEM, TELISIK.ID - Baru-baru ini viral sebuah video di TikTok seorang pria diduga Dajjal muncul di Israel. Hal tersebut menarik perhatian warganet karena sosok dalam video tersebut sangat dieluk-elukan oleh seluruh warga Israel yang bertemu dengannya.

Bahkan dari video yang ramai beredar, banyak warga Israel yang rela berdesak-desakan hanya untuk bersalaman dan mencium tangannya. Tak sedikit warganet menduga jika itu adalah Dajjal. Pihak Israel sendiri mengklaim jika lelaki tersebut adalah Dajjal.

Berikut ini beberapa fakta Messiah in Israel dilansir dari berbagai sumber.


1. Dieluk-elukan warga Israel

Dilansir dari video TikTok @wangliger97, video tersebut menunjukkan seorang pria berjubah putih bertopi hitam khas ala umat yahudi berjalan sembari dikawal beberapa orang, deretan warga Israel yang berada di situ nampak sangat antusias bahkan ingin mendekati pria berjubah putih tersebut.

2. Nampak cacat pada wajahnya

Melansir Mapaybandung.com, sebelah mata dari pria tersebut nampak cacat dan tak bisa melihat. Ia pun memiliki bentuk rambut keriting, persis seperti ciri-ciri Dajjal yang disebutkan memiliki rambut keriting.

3. Mesiah semakin dekat

Mengutip Israeltoday.co.il, sebuah wawancara baru-baru ini di radio Israel menampilkan para rabi terkemuka yang menjelaskan bahwa Mesiah akan segera menampakkan diri. Rabi sendiri bagi umat yahudi memiliki kedudukan yang sama dengan pendeta.

Rabi Yaakov Zisholtz mengatakan kepada penyiar agama Radio 2000 bahwa Rabi Chaim Kanievsky (yang meninggal awal tahun ini) telah memberitahunya bahwa dia (Kanievsky) sudah melakukan kontak langsung dengan Mesias.

Rabi Chaim Kanievsky dianggap sebagai salah satu dari dua atau tiga rabi teratas komunitas Yahudi ultra-Ortodoks di Israel. Dan Rabi Zisholtz berkata bahwa Kanievsky dan para rabi mistis lainnya yang "tersembunyi" telah menugaskannya untuk memberi tahu publik tentang kedatangan Mesias yang sudah dekat.

"Pernahkah Anda mendengar tentang Yajuj dan Majuj? Itulah yang akan terjadi segera. Saat ini, situasinya meledak lebih dari yang dapat Anda bayangkan. Setiap orang perlu tahu apakah mereka ada di dalam atau apakah mereka akan ditinggalkan,” katanya dilansir dari Israeltoday.co.il.

Dia melanjutkan dengan mengulangi sejumlah tanda yang telah diperhatikan oleh para rabi terkemuka dan yang mereka yakini dengan kuat sebagai bukti kedatangan Mesias.

Makna Messiah dan Dajjal dalam tiga agama

Dikutip dari Islampedia.id, kata messiah diterjemahkan dalam bahasa Yunani dengan kata Kristos, dan dalam bahasa Arab dengan kata Al Masih. Sehingga gelar Yesus Kristus memiliki arti yang sama dengan Isa Al Masih.

Sedangkan kata Dajjal adalah bentuk superlatif dari akar kata 'Dajl' yang berarti 'kebohongan' atau 'penipuan'. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam memberitakan bahwa para nabi telah mengingatkan kaumnya akan fitnah Dajjal.

“Tidaklah Allah mengutus seorang nabi melainkan telah mengingatkan kaumnya terhadap si buta sebelah dan si pendusta (Dajjal).”

(HR. Bukhari no. 6859 versi aplikasi Lidwa, no. 7408 versi Fathul Bari).

1. Mesias, Dajjal dalam Agama Yahudi

Dalam Alkitab Perjanjian Lama, salah satu ciri Mesias adalah ia akan mengumpulkan orang-orang Yahudi yang terserak (diaspora).

Bagi orang Yahudi, berdirinya negara Israel di Palestina merupakan syarat kedatangan Mesias. Karena negara Israel menjadi sarana untuk mengumpulkan diaspora Yahudi serta membangun kembali Haikal Sulaiman (Baitul Maqdis).

Alkitab Lama Perjanjian juga mengabarkan akan adanya nabi palsu (Dajjal) yang mengajak untuk menyembah Tuhan lain (Ulangan 13:1–3).

2. Messiah, Dajjal dalam Agama Nasrani

Orang Nasrani juga mengimani Alkitab Perjanjian Lama sehingga mereka mendukung keberadaan negara Israel di Palestina. Perbedaannya, orang Nasrani meyakini bahwa Yesus (Isa) adalah Mesias karena telah disebutkan dalam Alkitab Perjanjian Baru (Markus 14:61–62). Orang Nasrani menyebut Messiah palsu (Dajjal) ini dengan nama Antikristus.

3. Mesias, Dajjal dalam Agama Islam

Dalam hadis riwayat Bukhari (Fathul Bari, no. 3439), Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebut Dajjal sebagai Al Masih Ad Dajjal. Hal ini menunjukkan bahwa ketika Dajjal (Antikristus) muncul, ia akan mengaku sebagai Al Masih (Mesias).

Dalam hadis lain, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyebut Dajjal dengan disandingkan kata Rabb.

Baca Juga: 6 Fakta Unik Qatar Tuan Rumah Piala Dunia 2022

“Ingatlah bahwa Dajjal adalah buta sebelah, sedangkan Rabb kalian bukan buta sebelah.” (HR. Bukhari no. 6859 versi aplikasi Lidwa, no. 7408 versi Fathul Bari).

Hal ini menunjukkan bahwa setelah Dajjal (Antikristus) dipercaya sebagai Messiah maka Dajjal kemudian mengumumkan pengakuannya sebagai nabi, anak Tuhan, dan Tuhan itu sendiri.

Dajjal pun kemudian dibunuh oleh Nabi Isa 'alaihis salam. “Lalu Allah mengutus Isa bin Maryam, ia mencari Dajjal dan membunuhnya.” (HR. Muslim no. 5233 versi aplikasi Lidwa, no. 2940 versi Syarh Shahih Muslim).

“Maka turunlah Isa putra Maryam, lalu pemimpin muslim berkata, 'Kemarilah, pimpinlah kami salat.' Isa berkata, 'Tidak, sesungguhnya sebagian kalian atas sebagian yang lain adalah pemimpin, sebagai bentuk pemuliaan Allah terhadap umat ini'.” (HR. Muslim no. 225 versi aplikasi Lidwa, no. 156 versi Syarh Shahih Muslim).

Seperti apapun akhir zaman yang akan datang, tugas kita hanyalah percaya pada agama masing-masing dengan semakin meningkatkan keimanan pada Yang Maha Kuasa sehingga kita dikuatkan untuk menghadapi fitnah akhir zaman. Wallahu A'lam. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Artikel Terkait
Baca Juga