adplus-dvertising

10 Cara Buat CV Lamaran Kerja Agar Dilirik Perekrut

Nurdian Pratiwi, telisik indonesia
Kamis, 11 Agustus 2022
611 dilihat
10 Cara Buat CV Lamaran Kerja Agar Dilirik Perekrut
Saat melamar kerja, yang menjadi senjata utama para pelamar adalah Curriculum Vitae (CV). Melalui CV, pelamar dapat menunjukkan identitas diri serta kemampuan yang dimiliki. Foto: Repro 99.co

" Melalui CV, perusahaan dapat dengan mudah mengetahui pelamar yang berminat mendaftar di perusahannya "

KENDARI, TELISIK.ID - Saat melamar kerja,  biasanya hal yang menjadi senjata utama para pelamar adalah Curriculum Vitae (CV). Melalui CV, pelamar dapat menunjukkan identitas diri serta kemampuan yang dimiliki.

Sehingga tak heran jika pihak perusahaan yang dilamar juga kerap mempertimbangkan penerimaan pelamar yang sedang mencari lowongan kerja.

Mengutip dari Kompas.com, CV atau daftar riwayat hidup biasanya dilampirkan bersama dengan surat lamaran kerja.


Melalui CV membuat perusahaan dapat dengan mudah mengetahui pelamar yang berminat mendaftar di perusahannya.

Selain itu juga dapat digunakan sebagai acuan ketika wawancara dilakukan. Sehingga membuat CV yang baik dan menarik akan membuat peluang mendapatkan panggilan wawancara dari perusahaan yang dilamar semakin besar.

CV pada umumnya berisikan nama, tempat tanggal lahir, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, prestasi, dan keterampilan-keterampilan yang dikuasai.

Dikutip dari Glints.com, berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan ketika ingin membuat CV lamaran kerja:

1. Gunakan font standar

Mungkin kamu pernah berpikir kalo penggunaan font standar seperti Times New Roman, Arial, atau Calibri akan membuat tampilan CV kamu menjadi kurang menarik.

Jangan salah kaprah. Tujuan dari penulisan CV yang benar adalah untuk menyampaikan informasi mengenai riwayat hidup kamu.

Jadi, yang terpenting adalah bagaimana cara membuat CV kamu mudah dibaca oleh perekrut. Karena itu, jangan ragu lagi untuk menggunakan font standar.

2. Ubah nama file CV

Alih-alih menggunakan nama file seperti “Curriculum Vitae”, lebih baik kamu menggunakan nama file yang bersikan nama lengkap kamu seperti “Jon Snow_CV”.

Baca Juga: 5 Tips Jitu Cara Dapatkan Restu Sebelum Nikah

Penulisan nama di CV inilah yang sebenarnya benar. Sebab, ia merupakan salah satu cara membuat CV kamu menjadi lebih mudah untuk diidentifikasi oleh perekrut.

3. Simpan file CV sesuai format yang diminta

Pada umumnya pihak perekrut mengizinkan para pelamar untuk melampirkan CV dalam format PDF maupun word document.

Akan tetapi, format word document sering mengalami masalah jika dibuka melalui gawai yang berbeda. Menyimpan dalam format PDF merupakan salah satu cara membuat CV mudah dibuka melalui berbagai perangkat.

4. Hindari penggunaan desain CV yang berlebihan

Saat ini, desain CV yang sedang marak diperbincangkan adalah CV dengan format yang bisa terbaca oleh applicant tracking system (ATS).

Dengan adanya sistem ini, kita harus mengikuti batasan-batasan tertentu agar CV dapat lolos screening.

5. Tuliskan pengalaman kerja yang lengkap

Tahukah kamu, 67% rekruter menilai pengalaman kerja dalam berkas lamaranmu. Hal ini diungkap oleh survei yang diadakan oleh Zety, situs pengembangan karier, di AS.

Jadi, kamu harus mencantukan pengalaman kerja yang lengkap dan urut. Tuliskan pengalaman kerja dari yang paling baru ke yang paling lama.

6. Perbarui skills section

Cara membuat CV yang menarik selanjutnya adalah dengan menyiapkan skills section untuk menjabarkan apa saja kemampuan yang dimiliki.

Jika memiliki skill baru, jangan lupa untuk terus memperbaruinya dalam CV. Pastikan juga skill yang kamu sebutkan tetap relevan dengan lowongan yang dilamar.

Kemudian, kamu bisa memberikan sedikit penjelasan mengenai skill yang kamu miliki tersebut.

7. Jangan gunakan kata yang disingkat

Saat menulis CV pastikan kamu tidak menggunakan kata-kata yang disingkat. Misalnya kata hubung “yang” disingkat menjadi “yg” atau kata “dengan” menjadi “dg”.

Baca Juga: 7 Cara Bertahan di Tempat Kerja yang Toxic

Kemudian, pastikan penulisan gelar, nama organisasi, atau program pelatihan yang pernah kamu ikuti ditulis dengan jelas, bukan singkatan.

8. Pastikan tidak ada typo

Typo kerap kali ditemukan oleh perekrut dalam CV yang dibuat oleh pelamar kerja. Kesalahan yang satu ini memang masih sangat sering terjadi.

Sebaiknya kamu jangan meremehkan typo karena saat CV-mu memiliki banyak kesalahan ejaan, maka akan terlihat kurang profesional

9. Cantumkan foto yang profesional

Walapun mencantumkan foto bukanlah merupakan kewajiban dalam membuat CV lamaran kerja, namun pelamar tetap dapat mencantumkannya.

Gunakan foto resmi dengan background merah atau biru yang menampilkan gambar wajah jelas dan tidak menggunakan filter yang tidak perlu.

10. Jujur

Tuliskan pengalaman dan diskripsi diri dengan jujur berdasarkan pengalaman yang benar-benar telah dialami.

Poin ini penting diperhatikan agar nantinya saat sesi wawancara pelamar dapat mempresentasikan dan menerapkan ilmunya saat melakukan pekerjaan. (C)

Penulis: Nurdian Pratiwi

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga