JAKARTA, TELISIK.ID - Korupsi terus menjadi momok di kawasan Asia Tenggara. Meski sebagian negara telah menempuh langkah-langkah reformasi, praktik suap, kolusi, dan penyalahgunaan kekuasaan masih mewarnai pemerintahan.

Indeks Persepsi Korupsi (CPI) 2024 yang dirilis Transparency International menunjukkan tingkat kebersihan dan korupsi sektor publik di berbagai negara ASEAN di bulan ke empat 2025 ini. Daftar ini menggambarkan kesenjangan nyata antara negara yang paling korup hingga yang paling bersih di kawasan tersebut.

Korupsi merupakan ancaman serius bagi stabilitas dan pembangunan negara. Di kawasan Asia Tenggara, permasalahan ini menjadi penghalang besar dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Transparency International melalui laporan Indeks Persepsi Korupsi (CPI) 2024 menilai tingkat korupsi sektor publik di 180 negara dunia, termasuk negara-negara ASEAN.

Dalam laporan tersebut, negara-negara diberi skor antara 0 hingga 100. Semakin rendah skor yang diperoleh, maka semakin tinggi tingkat korupsi di negara tersebut. Sebaliknya, skor yang tinggi mencerminkan tingkat integritas dan tata kelola pemerintahan yang baik.