1000 BUMN Dipangkas Prabowo dan Tersisa 200 Perusahaan Pelat Merah, Berikut Alasannya
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Senin, 29 Juni 2026
0 dilihat
Prabowo Subianto menargetkan penataan besar-besaran BUMN untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban anggaran negara. Foto: Instagram@prabowo
" Presiden Prabowo Subianto mempercepat penataan Badan Usaha Milik Negara dengan memangkas ratusan perusahaan pelat merah "

JAKARTA, TELISIK.ID - Presiden Prabowo Subianto mempercepat penataan Badan Usaha Milik Negara dengan memangkas ratusan perusahaan pelat merah demi meningkatkan efisiensi, mengurangi beban anggaran, serta memperkuat tata kelola BUMN.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah tengah melakukan penataan besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dari sekitar 1.000 perusahaan yang sebelumnya berada dalam ekosistem BUMN, jumlahnya akan terus dikurangi hingga menyisakan sekitar 250 perusahaan yang dinilai lebih efektif dan produktif.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu, 28 Juni 2026.
Menurutnya, proses penataan telah dimulai dengan menutup lebih dari 200 BUMN yang dinilai tidak lagi memberikan manfaat optimal.
"Dari seribu lebih BUMN sekarang kita sudah tutup lebih dari 200, lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300 lah ya. Bagaimana Pak Oskar Doni? Ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250," kata Prabowo, seperti dikutip dari DetikFinance, Senin (29/6/2026).
Prabowo menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun struktur BUMN yang lebih ramping dan efisien. Menurutnya, perusahaan negara harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian, bukan justru menjadi beban anggaran karena terus mengalami kerugian.
Baca Juga: IHSG Anjlok Usai Pengumuman BUMN Ambil Kendali Ekspor, Begini Penjelasan Purbaya
Ia mengatakan masih terdapat banyak BUMN yang tidak mencatatkan keuntungan, tetapi tetap membutuhkan biaya operasional yang besar. Kondisi itu mencakup pembayaran gaji direksi, komisaris, serta berbagai biaya administrasi yang harus ditanggung negara setiap tahun.
"Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup, 750 dirut, 750 direksi, kali empat atau kali lima, 750 komisaris kali sepuluh. Overhead-nya kayak apa, gajinya kayak apa saudara-saudara. Ini uang rakyat semua, perusahaan tidak untung hanya bayar overhead," ujar Prabowo.
Menurut Presiden, anggaran yang selama ini digunakan untuk menopang perusahaan yang tidak produktif dapat dialihkan ke sektor lain yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Karena itu, pemerintah memilih melakukan konsolidasi agar jumlah perusahaan negara menjadi lebih sedikit, tetapi memiliki kinerja yang lebih baik.
Prabowo menargetkan proses penataan tersebut dapat diselesaikan pada tahun ini. Setelah itu, pemerintah akan melanjutkan pembenahan tata kelola sehingga dalam dua tahun mendatang BUMN diharapkan mampu bekerja lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
"Saya minta dalam tahun ini harus selesai ya. Jadi dalam dua tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat saudara," sambungnya.
Baca Juga: Prabowo Pangkas 1.000 Perusahaan Plat Merah BUMN jadi 200, Ini Alasannya
Adapun tujuan utama penataan BUMN yang disampaikan Presiden meliputi:
- Mengurangi jumlah BUMN yang tidak produktif.
- Meningkatkan efisiensi pengelolaan perusahaan negara.
- Menekan biaya operasional dan beban overhead.
- Memperkuat transparansi tata kelola BUMN.
- Mengoptimalkan penggunaan anggaran negara.
- Mendorong BUMN agar lebih fokus memberikan manfaat bagi masyarakat. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS