1000 HPK Kunci Penting Cegah Stunting pada Anak

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Senin, 16 Oktober 2023
0 dilihat
1000 HPK Kunci Penting Cegah Stunting pada Anak
Tim Kerja Bidang Kependudukan Perwakilan BKKBN Sulawesi Tenggara melakukan Safari Stunting di 2 kabupaten di Pulau Muna. Foto: Facebook BKKBN Sulawesi Tenggara

" Upaya pencegahan stunting terus dilakukan oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tenggara "

KENDARI, TELISIK.ID - Upaya pencegahan stunting terus dilakukan oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tenggara. Hal tersebut dapat dilihat dari program-program kerja ataupun kegiatan yang selalu ditingkatkan dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Salah satu hal yang penting diperhatikan untuk mencegah stunting adalah 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tenggara, Asmar.

Menurutnya, pentingnya upaya pencegahan stunting sejak dini, bukan hanya selama masa kehamilan, tetapi juga melalui pengasuhan yang optimal pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

Asmar menekankan bahwa 1000 HPK, yaitu rentang usia 0-2 tahun, adalah periode krusial dalam perkembangan anak. Ini merupakan masa emas dimana orang tua memiliki kesempatan untuk memantau dan membimbing pertumbuhan anak secara optimal.

Lebih lanjut, kesuksesan perkembangan anak tidak hanya terlihat dari segi fisik, tetapi juga aspek mental dan emosional mereka.

Baca Juga: Ibu Hamil Diimbau Rutin Periksa Kehamilan demi Cegah Stunting

"Untuk itu, peran orang tua sangatlah dibutuhkan dalam mewujudkan SDM yang bebas dari stunting," kata Asmar kepada Telisik.id, belum lama ini.

Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Perencanaan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tenggara, Sitti Maryam mengungkapkan, salah satu upaya untuk mengatasi stunting baru pada anak adalah melakukan pencegahan stunting saat awal kehamilan ibu.

Pemberdayaan kelompok masyarakat di Kampung Keluarga Berkualitas (KB). Foto: Facebook BKKBN Sulawesi Tenggara

 

Pencegahan ini, kata dia, dilakukan karena pertumbuhan dan perkembangan janin terjadi secara signifikan pada trimester pertama kehamilan.

Menurutnya, percepatan penurunan stunting adalah upaya yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang dilaksanakan secara konvergen, holistik, integratif, dan berkualitas melalui kerja sama multisektor di pusat, daerah dan desa.

"Pencegahan stunting terbaik sebaiknya dilakukan pada masa awal kehamilan," kata Sitti Maryam pada forum koordinasi percepatan penurunan stunting tingkat di aula Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Rabu (24/5/2023) lalu.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, orang tua disarankan untuk mulai menerapkan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat sedini mungkin.

Baca Juga: Muna Barat Masuk Salah Satu Daerah Berhasil Tekan Stunting

"Dari awal masa kehamilan, pencegahan stunting dapat dilakukan dengan meningkatkan asupan zat besi dan asam folat untuk ibu," ujarnya.

Sebagai tambahan, dikutip dari kemkes.go.id, seribu hari pertama kehidupan atau 1000 HPK anak adalah waktu paling kritis dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

Masa 1000 HPK terdiri atas 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan. Pola makan gizi seimbang harus diterapkan mulai dari masa kehamilan, dilanjutkan dengan pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). (A-Adv)

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga