4 Amalan Penting Menjelang Hari Akhir Ramadan

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Jumat, 05 April 2024
0 dilihat
4 Amalan Penting Menjelang Hari Akhir Ramadan
Menjelang hari akhir Ramadan, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal soleh. Foto: Repro Freepik/noureenaslam247

" Saking besar keutamaannya, para ulama sangat menganjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh akhir Ramadan "

KENDARI, TELISIK.ID - Bulan Ramadan sama dengan bulan lainnya dari jumlah harinya, yakni hanya 29 atau 30 hari. Maka memasuki hari-hari terakhir, umat Islam dianjurkan lebih memperbanyak ibadah dan amal soleh dalam kesehariannya.

Pada umumnya, dikutip dari lampung.nu.or.id, saat sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, sebagian besar umat Islam akan memperbanyak ibadah, karena pada salah satu malam di sepuluh hari terakhir itu diyakini akan datangnya malam kemuliaan, Lailatul Qadar.

Sebagaimana kita ketahui, beribadah pada malam Lailatul Qadar setara dengan beribadah selama seribu bulan, atau 83 tahun. Rasulullah semasa hidupnya selalu memperbanyak ibadah di malam-malam tersebut.

Dalam sebuah hadis, ‘Aisyah ra dijelaskan, “Ketika memasuki sepuluh akhir Ramadan, Nabi fokus beribadah, mengisi malamnya dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut ibadah” (HR Al-Bukhari).

Saking besar keutamaannya, para ulama sangat menganjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh akhir Ramadan.

Lantas, apa saja amalan yang penting dilakukan saat menjelang akhir Ramadan?

Baca Juga: Ini Doa Menyambut 10 Hari Terakhir Ramadan, Jangan Lewatkan

Melansir dari kemenag.go.id, berikut beberapa amalan utama yang sebaiknya lebih giat dikerjakan di hari-hari terakhir bulan Ramadan:

1. Itikaf

I’tikaf berarti berdiam di masjid dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Tidaklah seseorang keluar dari masjid, kecuali untuk memenuhi hajatnya sebagai manusia.

Itikaf memiliki kekhususan tempat dan aktivitas yaitu masjid dengan aktivitas ibadah mendekatkan diri kepada Allah dengan berzikir, berdoa, membaca Al-Qur'an, salat sunah, bershalawat, bertaubat, beristigfar, dan lainnya.

Itikaf pada umumnya dianjurkan setiap waktu, tetapi lebih ditekankan memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan sebagaimana penuturan Abdullah bin Umar RA,

Rasulullah SAW beritikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. (HR. Muttafaq ‘alaih).

2. Memperpanjang Salat Malam

Pada 10 malam terakhir, Rasulullah SAW tidak tidur, lambung beliau dan para sahabat amat jauh dari tempat tidur. Beliau menghidupkan malam-malam tersebut untuk beribadah, salat, zikir, dan lain-lain hingga waktu fajar.

Kebiasaan beribadah di 10 malam terakhir ditularkan kepada seluruh anggota keluarga beliau untuk sama-sama menikmati kesyahduan beribadah sepanjang malam. Sebagaimana penuturan Aisyah RA,

“Rasulullah SAW biasa ketika memasuki 10 Ramadan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

3. Tilawah Al-Qur’an

Meningkatkan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu ibadah utama di 10 hari terakhir Ramadan. Tidak sedikit umat Islam yang larut dalam tilawah Al-Qur’an sepanjang malam baik di masjid maupun di rumah. Tilawah Al-Qur’an adalah ibadah ringan dan memiliki keutamaan yang besar.

Tradisi mengejar khataman Al-Qur’an di akhir Ramadan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi pribadi muslim, khususnya mereka yang setiap hari bergulat dengan aktivitas pekerjaan, sehingga khataman Al-Qur’an sebanyak satu kali menjadi target realistis.

Apapun bentuk motivasinya, tilawah Al-Qur’an harus lebih digiatkan di 10 hari terakhir Ramadan.

4. Memperbanyak Sedekah

Meningkatkan sedekah menjadi salah satu amalan utama di 10 hari terakhir sebagai ungkapan syukur atas nikmat dipertemukan Ramadan, serta sebagai penyempurna ibadah puasa dan ibadah-ibadah individu lainnya.

Baca Juga: 3 Amalan Utama 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan

Karena tidaklah sempurna keimanan dan kualitas ibadah seseorang kecuali jika adanya keseimbangan antara ibadah ritual dan ibadah sosial.

Sebagaimana firman Allah SWT, “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (Qs. As-Sajdah: 16).

Bersedekah di 10 hari terakhir tidak hanya diterjemahkan dengan sedekah wajib berupa zakat fitrah dan zakat mal, tetapi juga dianjurkan memperbanyak sedekah sunah dalam rangka berbagi kebahagiaan dan memberikan bekal makanan di Hari Raya Idul Fitri bagi dhuafa.

Bersedekah dapat berbentuk harta, pangan, pakaian, paket sedekah untuk yatim dan dhuafa, dan lain sebagainya.

Nah, itulah beberapa amalan yang sebaiknya lebih giat dikerjakan menjelang akhir bulan suci Ramadan. Semoga bermanfaat. (C)

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Artikel Terkait
Baca Juga