adplus-dvertising

40 Persen Penduduk Dunia Hidup Tanpa Air Bersih

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Senin, 22 Maret 2021
923 dilihat
40 Persen Penduduk Dunia Hidup Tanpa Air Bersih
Ilustrasi air bersih. Foto: Repro Independensi.com

" Saya berharap dengan kegiatan aksi (penanaman pohon) ini dapat terbentuk pemahaman dan kesadaran dalam masyarakat, bahwa mereka tidak hanya memiliki hak sebagai pengguna air, tetapi juga bertanggung jawab dan wajib untuk memberikan kontribusi dalam memelihara alam dan lingkungan yang merupakan sumber air. "

KENDARI, TELISIK.ID – Dunia saat ini dihadapkan dengan berbagai permasalahan air, lenih dari 2 milyar atau 40 persen penduduk dunia hidup tanpa air bersih.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Kota Kendari, Hj Nahwa Umar pada perinhatan Hari Air Dunia (HAD) atau World Water Day, Senin (22/3/2021).

Di sisi lain kata dia, pertumbuhan populasi penduduk yang sangat cepat menyebabkan kebutuhan akan air bertambah, hingga 30 persen pada tahun 2050.


“Penduduk di beberapa kawasan juga terpaksa menggunakan air dari sumber yang tidak aman, seperti air permukaan, kolam, dan sungai yang tercemar,” ujarnya.

Sementara itu, di Indonesia kata dia, pemerataan penyediaan air bersih di seluruh wilayah Indonesia juga menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan sumber daya air terpadu dan berkelanjutan.

Olehnya itu, Nahwa melanjutkan, melalui perinhatan HAD ini merupakan upaya bersama untuk meningkatkan perhatian publik akan pentingnya air dan penelolaan sumber-sumber air yang berkelanjutan.

HAD tambah dia, merupakan momentum untuk mengajak generasi milenial turut berperan aktif menjaga lingkungan dan air.

Baca Juga: Meski Haram, Jokowi Pastikan Semua Pesantren di Jatim akan Terima Vaksin AstraZeneca

Sehingga, upaya menjaga ketahanan air ini harus dilaksanakan oleh semua pihak, salah satunya melalui kegiatan penanaman pohon, sebagaimana pada rangkaian kegiatan HAD yang diperingati hari ini yang melibatkan masyarakat serta komunitas peduli sungai, TNI, Polri, Pemda, BWS Sulawesi IV, dan perguruan tinggi.

“Saya berharap dengan kegiatan aksi (penanaman pohon) ini dapat terbentuk pemahaman dan kesadaran dalam masyarakat, bahwa mereka tidak hanya memiliki hak sebagai pengguna air, tetapi juga bertanggung jawab dan wajib untuk memberikan kontribusi dalam memelihara alam dan lingkungan yang merupakan sumber air,” pungkasnya. (B)

Reporter: Fitrah Nugraha

TAG:
Baca Juga