6 Perkara yang Dapat Menggerogoti Amal Kebaikan, Apa Saja?
Irawati, telisik indonesia
Sabtu, 19 Maret 2022
0 dilihat
Amal saleh yang kita lakukan bisa saja tak bernilai apa-apa bila digerogoti oleh sifat-sifat cinta dunia, sibuk dengan aib orang lain, tak ada rasa malu, panjang angan-angan dan berbuat zalim. Foto: Repro Sindonews.com
" Hati yang keras, terkadang lebih keras dari batu karang, membuat seseorang sulit menerima nasihat, adalah salah satu penyebab rusaknya amal "


KENDARI, TELISIK.ID - Amal dalam bahasa Arab yaitu "amala" yang berarti mengamalkan, berbuat, dan bekerja. Kata ini sering dipertukarkan dengan sedekah.
Amal adalah merupakan perwujudan dari sesuatu yang menjadi harapan jiwa. Bentuknya bisa berbagai rupa, baik berupa ucapan, perbuatan, maupun getaran hati.
Mengutip dari Republika.co id, nilai suatu amal berdasarkan pada niat si pelaku. Sebab, demikianlah Allah SWT menilainya, yakni amal dari niat seorang hamba. Ada tiga jenis amal, yaitu amal jariah, amal ibadah, dan amal saleh.
Amal jariah berarti "perbuatan yang berkelanjutan." Nama lainnya adalah wakaf. Kata itu berasal dari waqafa yang berarti "menghentikan, mengekang, atau menahan." Amal jariah disebut wakaf karena benda yang jadi objeknya ditujukan bagi kemaslahatan umum dan agama.
Pahala amal jariah tidak akan terputus. Walaupun pemberinya sudah meninggal dunia, selama benda yang diamalkan tersebut masih memberikan manfaat bagi kepentingan umum.
Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW, “Bila anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya, kecuali tiga (hal): sedekah jariah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya” (HR Muslim).
Jariah berasal dari kata "jara" yang artinya mengalir tidak putus-putusnya. Maka, amal jariah agar manfaatnya berlangsung abadi, harus dikelola dengan baik. pengelola amal jariah adalah badan wakaf.
Baca Juga: Anjuran Perbanyak Istighfar di Malam Nisfu Syaban
Melansir dari Sindonews.com, pimpinan ponpes As-Shidqu Kuningan, Jawa Barat, Al-Habib Quraisy Baharun menjelaskan ada 6 perkara yang harus dijauhi demi menjaga kemurnian amalan. Enam perkara tersebut antara lain:
1. Al Istighlal bi'uyubil kholqi
Artinya sibuk dengan aib orang lain, sehingga lupa pada aib sendiri. Semut di seberang kelihatan sedang, gajah dipelupuk mata tidak kelihatan.
2. Qaswatul qulub
Artinya hati yang keras. Kerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang. Sulit menerima nasihat.
3. Hubbud-dunya
Artinya cinta dunia. Merasa hidupnya hanya di dunia saja. Segala aktivitasnya tertuju pada kenikmatan dunia, sehingga lupa akan hari esok di akhirat.
4. Qillatul haya
Artinya sedikit rasa malunya. Apabila seseorang telah kehilangan rasa malu maka akan melakukan apa saja tanpa takut dosa.
5. Thulul amal
Artinya panjang angan-angan. Merasa hidupnya masih lama di dunia ini, sehingga ia enggan untuk taubat.
6. Dzhulmun la yantahi
Artinya kezaliman yang tak pernah berhenti. Perbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya. Jika tidak segera taubat dan berhenti, maka sulit untuk meninggalkan kemaksiatan tersebut.
Baca Juga: Bulan Terbelah, Dahsyatnya Mukjizat Rasulullah SAW
Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah SWT dari hal-hal yang buruk yaitu: perbuatan, perilaku atau tindakan yang tidak baik atau merugikan diri kita sendiri.
Sebagai seorang Muslim, kita senantiasa berusaha untuk menjaga diri kita dari perilaku, perbuatan atau tindakan yang menyimpang yang dapat menggorogoti amal kebaikan yang kita lakukan. (C)
Reporter: Irawati
Editor: Haerani Hambali