Ada Makam Tokoh Asal Belgia di Lingkungan Sekolah, Begini Sejarah Panjang SD Katolik Pelangi Kendari Berdiri 48 Tahun
Tim Telisik, telisik indonesia
Senin, 31 Agustus 2026
0 dilihat
Kepala SD Katolik Pelangi Kendari, Triyustin Gildimaris, saat menjelaskan sejarah dan perkembangan sekolah menjelang HUT ke-48. Foto: Annisa Putri/Telisik
" SD Katolik Pelangi Kendari menyimpan sejarah panjang pendidikan, termasuk makam tokoh asal Belgia yang berperan dalam pendirian sekolah tersebut "

KENDARI, TELISIK.ID - SD Katolik Pelangi Kendari menyimpan sejarah panjang pendidikan, termasuk makam tokoh asal Belgia yang berperan dalam pendirian sekolah tersebut.
SD Katolik Pelangi di Kota Kendari akan merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-48 pada September 2026. Memasuki usia hampir lima dekade, sekolah yang berada di Jalan Saranani No. 2, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga itu terus mengembangkan pendidikan yang mencakup karakter, bakat, prestasi, dan keterampilan peserta didik.
Sekolah di bawah naungan Yayasan Paulus Makassar tersebut kini memiliki sekitar 430 peserta didik, dengan dukungan 27 tenaga pendidik dan delapan tenaga kependidikan.
“Kami ingin pendidikan di SD Katolik Pelangi tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, bakat, prestasi, dan keterampilan peserta didik,” ujar Kepala SD Katolik Pelangi, Triyustin Gildimaris, kepada telisik.id, Senin (10/8/2026).
Visi sekolah adalah mewujudkan manusia seutuhnya yang berlandaskan nilai unggul, kreatif, kasih, dan misioner. Nilai tersebut menjadi bagian dari pendekatan pendidikan yang diterapkan kepada peserta didik.
Ada Makam Tokoh Asal Belgia
Di balik perjalanan panjang SD Katolik Pelangi, terdapat sejarah mengenai seorang misionaris asal Belgia yang turut berperan dalam pendirian sekolah tersebut.
Baca Juga: Setiap Hujan Sekolah Kebanjiran, Begini Upaya SDN 36 Kendari Jaga Pembelajaran dan Prestasi Siswa
Tokoh tersebut dikenal sebagai Dokter Lemens. Ia merupakan misionaris dari CICM yang berasal dari Belgia dan turut berperan dalam pendirian Rumah Sakit Santa Ana serta SD Katolik Pelangi.
Rumah Sakit Santa Ana sendiri berada di lokasi yang sama dengan lingkungan sekolah. Setelah meninggal dunia, Dokter Lemens kemudian dimakamkan di pelataran SD Katolik Pelangi.
Keberadaan makam tersebut hingga kini menjadi bagian dari sejarah sekolah. Sekitar 2016, keluarga Dokter Lemens disebut pernah datang ke sekolah untuk melakukan ziarah ke makam tersebut.
Makam itu menjadi salah satu penanda sejarah perjalanan SD Katolik Pelangi yang masih dapat ditemukan di lingkungan sekolah hingga sekarang.
Asal Nama SD Katolik Pelangi
Nama “Pelangi” juga memiliki cerita tersendiri. Nama tersebut dipilih oleh kepala sekolah pertama, Maria Igo.
Menurut pihak sekolah, nama Pelangi dipilih untuk menggambarkan keberagaman etnis yang sejak awal menjadi bagian dari kehidupan sekolah.
Peserta didik yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya Flores, Toraja, Jawa, Batak, dan daerah lainnya.
Keragaman tersebut kemudian tercermin melalui nama Pelangi yang menggambarkan berbagai warna dalam satu kesatuan.
Saat ini, SD Katolik Pelangi berada di bawah Yayasan Paulus Makassar. Yayasan tersebut mengelola sejumlah satuan pendidikan di Makassar, Toraja, Parepare, Palopo, Kendari, dan Raha.
Beberapa lembaga pendidikan yang berada dalam jaringan yayasan tersebut di antaranya SMA Katolik Cendrawasih dan STIKPAR Toraja.
Kurikulum dan Pendidikan Karakter
Dalam pembelajaran, SD Katolik Pelangi menerapkan Kurikulum Merdeka dengan tambahan mata pelajaran Pendidikan Karakter yang berdiri sendiri.
Nilai-nilai yang menjadi bagian dari visi sekolah juga diintegrasikan ke dalam pembelajaran kokurikuler. Pendekatan tersebut digunakan untuk memperkuat pembentukan karakter peserta didik.
Sistem penilaian siswa juga tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Sekolah menerapkan tiga bentuk rapor, yakni rapor akademik, rapor karakter, dan rapor kokurikuler.
Dalam penilaian karakter, orang tua turut dilibatkan melalui wawancara. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran perkembangan karakter siswa, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Untuk mengembangkan bakat dan minat, sekolah menyediakan 13 kegiatan ekstrakurikuler dan berencana menambah satu kegiatan sehingga menjadi 14 ekstrakurikuler.
Kegiatan tersebut antara lain drum band, angklung, olimpiade IPA, Matematika, Bahasa Inggris, fotografi atau multimedia, futsal, karate, dan tari.
Salah satu kegiatan yang baru dikembangkan adalah fotografi dan multimedia. Ekstrakurikuler tersebut diarahkan untuk melatih siswa mendokumentasikan aktivitas sekolah melalui gambar serta memanfaatkan teknologi secara produktif.
Pengembangan bakat dan minat siswa dilakukan melalui analisis potensi berdasarkan laporan wali kelas serta survei minat yang diisi orang tua.
Hasil analisis tersebut menjadi bahan pertimbangan sekolah dalam menyesuaikan kegiatan ekstrakurikuler dengan kebutuhan dan potensi masing-masing peserta didik.
Catat Prestasi Akademik dan Nonakademik
Dari sisi prestasi, SD Katolik Pelangi telah mencatat sejumlah capaian akademik dan nonakademik.
Sekolah tersebut pernah meraih juara umum Festival Sains Nasional (FSN) tingkat nasional dua tahun lalu. Selain itu, siswa juga kerap meraih penghargaan dalam berbagai perlombaan olimpiade.
Pada capaian TKA terbaru, siswa SD Katolik Pelangi memperoleh nilai 100 untuk Bahasa Indonesia dan 97 untuk Matematika.
Sekolah tersebut juga menjadi satu dari enam sekolah dasar di Kota Kendari yang terpilih mengikuti program “Gerakan Seniman Masuk Sekolah” yang diselenggarakan Dinas Pendidikan.
“Prestasi yang diraih siswa menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan potensi mereka, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik,” katanya.
Fasilitas dan Rencana Pengembangan Teknologi
Untuk menunjang pembelajaran, seluruh ruang kelas SD Katolik Pelangi telah dilengkapi pendingin ruangan atau AC.
Sekolah juga memiliki satu televisi berukuran besar yang berasal dari bantuan pemerintah. Namun, perangkat tersebut masih digunakan secara bergantian oleh sejumlah kelas.
Perpustakaan sekolah saat ini menjalani proses revitalisasi dengan dukungan tenaga baru. Sekolah juga merencanakan pengadaan layar interaktif atau televisi pembelajaran di setiap ruang kelas.
Rencana tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Pengadaan fasilitas membutuhkan biaya cukup besar, tetapi mendapat dukungan dari pihak yayasan.
Selain fasilitas, sekolah juga berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Guru diarahkan menjadi pendengar dan sahabat bagi siswa melalui pendekatan pendidikan karakter serta pelayanan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam pencegahan perundungan atau bullying, perilaku seperti dorong-mendorong atau bercanda secara berlebihan ditangani melalui pendekatan edukatif.
Siswa diberikan teguran dan konsekuensi sebagai bagian dari pembelajaran. Guru juga melakukan pemantauan terhadap perilaku siswa dengan melibatkan orang tua.
Pihak sekolah menyebut saat ini tidak terdapat kasus bullying serius. Pemantauan tetap dilakukan untuk menjaga lingkungan sekolah tetap kondusif.
Tantangan dan Target Sekolah
Di tengah berbagai program pengembangan, SD Katolik Pelangi masih menghadapi sejumlah tantangan.
Kesibukan sebagian orang tua dalam bekerja menjadi salah satu persoalan yang dihadapi sekolah. Terbatasnya waktu dan perhatian orang tua terkadang membuat siswa mencari perhatian di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Sekolah dengan 707 Siswa Ini Cuma Punya 13 Kelas, SDN 34 Kendari Dapat Program Revitalisasi
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi guru dalam memenuhi kebutuhan emosional peserta didik selama berada di sekolah.
Untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik, yayasan menyediakan pelatihan dan coaching bagi guru. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung kesejahteraan profesional tenaga pendidik.
Pada tahun ajaran ini, sekolah menargetkan penerapan kurikulum yang sesuai dengan kondisi di lapangan, meningkatkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran, serta membangun budaya kerja positif di antara guru dan karyawan.
Sekolah juga menargetkan peningkatan karakter siswa, meminimalkan perundungan, serta menciptakan lingkungan belajar yang membuat peserta didik merasa aman dan nyaman.
Memasuki usia ke-48 tahun, SD Katolik Pelangi berharap terus berkembang dan dikenal melalui pendidikan holistik serta pengembangan karakter.
Sekolah juga berharap para peserta didik mampu membawa nama baik sekolah, memiliki karakter yang kuat, serta tumbuh sesuai dengan harapan orang tua.
“Di usia ke-48 tahun ini, kami berharap SD Katolik Pelangi semakin berkembang, semakin dikenal karena pendidikan holistiknya, dan mampu melahirkan siswa yang berkarakter serta berprestasi,” ujarnya.
Penulis: Annisa Putri
Editor: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS