Puluhan Hektare Areal Persawahan di Baubau Terdampak Kekeringan
Elfinasari, telisik indonesia
Senin, 31 Agustus 2026
0 dilihat
Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau saat meninjau area persawahan yang terdampak kekeringan. Foto: Ist
" Musim kemarau dan fenomena El Nino di Kota Baubau mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Baubau. Berdasarkan hasil peninjauan, sekitar 26 hektare areal persawahan terdampak kekeringan "

BAUBAU, TELISIK.ID – Musim kemarau dan fenomena El Nino di Kota Baubau mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Baubau. Berdasarkan hasil peninjauan, sekitar 26 hektare areal persawahan terdampak kekeringan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, Ibnu Wahid, mengatakan peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi tanaman pangan, khususnya padi sawah, sekaligus memastikan langkah intervensi pemerintah daerah bagi kelompok tani yang terdampak kekeringan.
Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, juga melihat langsung kondisi areal persawahan yang terdampak musim kemarau dan fenomena El-Nino di Wilayah Kecamatan Bungi dan Kecamatan Lea-lea, serta meninjau sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah.
Pemerintah daerah juga memberikan dukungan kepada para petani yang terdampK termasuk kemungkinan penyediaan mesin Alkon yang dapat digunakan untuk memompa air dari sumber di sekitar Bendungan Wonco 1 dan Wonco 2 menuju areal persawahan yang terdampak kekeringan.
Baca Juga: Indonesia Catat 706 Ribu Kasus Malaria, Baubau Perkuat Pencegahan
Berdasarkan hasil peninjauan, areal persawahan yang terdampak kekeringan mencapai sekitar 26 hektare. Lahan terdampak tidak berada dalam satu hamparan, tetapi tersebar di sejumlah lokasi dan kelompok tani.
Ibnu mengatakan, Wali Kota Baubau meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melakukan identifikasi secara cermat terhadap kelompok tani dan petani yang benar-benar terdampak serta memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan.
Pendataan diperlukan agar dukungan pemerintah dapat diberikan secara tepat sasaran melalui pendanaan Pemerintah Kota Baubau.
"Pemerintah harus hadir dan melihat langsung kondisi masyarakat, terutama para petani yang terdampak kekeringan. Kita akan melihat apa yang bisa diintervensi pemerintah agar tanaman padi mereka tetap bisa diselamatkan dan produksi pertanian tetap terjaga," kata Ibnu, mengutip pernyataan Wali Kota Baubau, Senin (31/8/2026).
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Baubau untuk meminimalisasi dampak kekeringan terhadap produksi pertanian, khususnya tanaman padi sawah.
Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan tanaman sekaligus mencegah meluasnya kerugian yang dialami petani akibat kekeringan.
Selain menjaga stabilitas produksi pangan, perhatian pemerintah terhadap kondisi petani diharapkan dapat mendukung kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Siapkan Dana Rp 8 Miliar, Listrik 24 Jam di Kepulauan Buton Selatan Rampung 2027
"Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan selanjutnya akan melakukan pendataan dan verifikasi terhadap kelompok tani terdampak sebagai dasar dalam menentukan bentuk bantuan dan intervensi yang paling dibutuhkan di lapangan," tutup Ibnu.
Salah seorang petani di Kelurahan Pajalele, Kecamatan Bungi, Daeng Makelo, mengatakan sekitar setengah hektare sawah miliknya mengalami kekeringan. Kondisi serupa juga dialami sejumlah petani lainnya yang terdampak kekeringan.
"Saya menanam bulan Juli, tetapi seluruh tanaman terdampak karena tidak ada air, sumur juga kering. Akhirnya saya mengalami kerugian," ungkapnya kepada telisik id..
Ia berharap pemerintah dapat mencarikan solusi untuk mengatasi persoalan kekeringan yang melanda lahan pertanian. Salah satu solusi yang diharapkannya adalah pembangunan waduk sebagai tempat penampungan air untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah. (B)
Penulis: Elfinasari
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS